Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gas Elpiji Subsidi Langka, Pertamina Klaim Stok Aman

Eka Prasetya • Sabtu, 5 Agustus 2023 | 07:05 WIB
General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Dwi Puja Ariestya (kanan) mengecek stok gas elpiji bersubsidi di pangkalan yang ada di Desa Tinga-Tinga.
General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Dwi Puja Ariestya (kanan) mengecek stok gas elpiji bersubsidi di pangkalan yang ada di Desa Tinga-Tinga.

GEROKGAK– Pertamina Patra Niaga mengklaim pasokan elpiji subsidi di Bali Utara dalam kondisi aman. Meski kini ketersediaan elpiji di tingkat pengecer, utamanya di Kota Singaraja, kembang kempis sejak pekan lalu.

Jumat (4/8), manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) melakukan inspeksi ke salah satu pangkalan yang ada di Desa Tinga-Tinga, Kecamatan Gerokgak. Di sana pangkalan masih memiliki stok elpiji subsidi.

Pemilik pangkalan, Motua Sihombing mengungkapkan, pasokan elpiji di pangkalan miliknya masih aman. Sejak beberapa bulan terakhir ia menerapkan skema pembelian menggunakan KTP atau fotocopy kartu keluarga. Sehingga pembelian terkontrol.

“Langganan ada dari warga sekitar sini saja. Kadang ada yang dari Pengulon datang sampai ke sini. Mungkin yang langka-langka itu di pengecer,” katanya.

Motua mengaku punya stok 260 tabung gas. Setiap hari dia menerima 90 tabung gas elpiji subsidi. Khusus hari raya Galungan ini, ia dapat tambahan pasokan sebanyak 30 tabung sehari. “Sejauh ini sih di pangkalan saya lancar-lancar saja,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Dwi Puja Ariestya mengatakan, pada hari raya Galungan ini memang terjadi peningkatan permintaan. Khusus untuk Kabupaten Buleleng, Arie mengklaim tingkat konsumsi sebenarnya hanya 260 ribu tabung per hari.

“Tapi karena hari raya, kami antisipasi lewat extra dropping. Ada 576 ribu tabung yang kami distribusikan ke seluruh Bali, dan akan kami pantau sampai Kamis (10/8). Kondisi sebenarnya aman,” kata Arie.

Dari hasil pemantauan di beberapa titik di Bali, Arie mengklaim pasokan elpiji sebenarnya aman. Terutama di tingkat pangkalan. Kelangkaan hanya terjadi di tingkat pengecer. Ia pun menyarankan agar masyarakat langsung membeli elpiji di tingkat pangkalan.

“Memang sekarang sedang digalakkan barang subsidi ini harus tepat sasaran. Jadi kalau beli pakai KTP. Itu kontrolnya ada di tingkat pangkalan. Anjuran kami, kalau beli ya di pangkalan. Karena stok terjamin dan harga juga sesuai HET,” tandasnya. 

Editor : Donny Tabelak
#gas subsidi #pertamina #gas elpiji #gas langka