SINGARAJA– Lapak vaksinasi rabies yang dibuka Dinas Pertanian Buleleng, diserbu warga. Lapak itu sengaja dibuka serangkaian Pasar Tani yang digelar di halaman Dinas Pertanian Buleleng, Kamis (10/8). Disamping menyasar buah murah, layanan vaksinasi juga menarik minat masyarakat.
Distan sengaja membuka layanan vaksinasi. Harapannya masyarakat yang tinggal di sekitar Kota Singaraja dapat membawa hewan peliharaannya guna mendapat vaksin. Sementara masyarakat di pedesaan mendapat layanan vaksinasi lewat petugas vaksin yang telah diterjunkan.
Disamping itu layanan vaksin rabies juga dibuka karena kasus rabies masih mengancam. Apalagi pada Juni lalu, seorang balita di Buleleng meninggal akibat rabies. Kondisi itu membuat masyarakat was-was, khawatir kasus rabies melonjak lagi.
Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekkab) Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, pihaknya memang meminta Dinas Pertanian menggenjot vaksinasi pada HPR. Sehingga kasus rabies dapat ditekan. Menurutnya kunci penanganan rabies adalah pengendalian populasi, serta vaksinasi pada hewan penyebar rabies.
Ia pun menargetkan vaksinasi pada HPR, khususnya anjing, harus menyentuh angka 70 persen dalam sebulan mendatang. “Langkah-langkah pencegahan, lewat sosialisasi, vaksinasi, pengendalian populasi, itu harus dilakukan masif. Supaya kasus rabies bisa turun dibandingkan tahun lalu. Sekarang sudah terlihat hasilnya. Tapi kami harap tidak ada korban jiwa lagi akibat rabies,” demikian Suyasa. (*)
Editor : Donny Tabelak