Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

DPR RI Desak Bandara Baru di Buleleng, Dibahas Saat Raker dengan Menhub, Serius?

Eka Prasetya • Jumat, 1 September 2023 | 08:00 WIB
MASIH WACANA: Layout Bandara Internasional Bali Utara yang hingga hari ini masih sebatas wacana.
MASIH WACANA: Layout Bandara Internasional Bali Utara yang hingga hari ini masih sebatas wacana.

SINGARAJA, radarbali.id – Wacana pembangunan bandara baru di Kabupaten Buleleng, kembali bergulir ke gedung parlemen. Anggota Komisi V DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz berharap pemerintah benar-benar merealisasikan bandara di Bali Utara. Bukan sebatas tataran wancana semata.

Hal itu diungkapkan Eem saat Komisi V DPR RI melakukan Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di Gedung Nusantara II DPR RI, pada Rabu (30/8) lalu. Rapat itu juga disiarkan melalui kanal YouTube TV Parlemen.

Saat mendapat kesempatan berbicara, Eem yang juga politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu langsung mencecar Menhub dengan persoalan penerbangan di Bali. Eem menyebut permintaan penerbangan ke Bali sangat tinggi. Bahkan dirinya pernah tertunda saat hendak mendarat gegara penerbangan penuh.

“Pernah juga mau ke Bali, tapi karena penerbangan penuh, terpaksa harus lewat Banyuwangi. Yang mana di Banyuwangi hanya satu penerbangan,” kata Eem.

Menurutnya permintaan penerbangan ke Bali bukan hanya berasal dari masyarakat Indonesia saja. Tapi juga dari dunia Internasional. Eem menilai sudah selayaknya Bali memiliki bandara alternatif. Mengingat permintaan tinggi, sementara kapasitas bandara sangat terbatas.

“Saya kira amat sangat layak kalau kemudian di Bali, terutama di Bali Utara itu dibangun bandara. Dulu saya melihat bandara Bali Utara itu sudah masuk PSN (Proyek Strategis Nasional). Tapi kemudian kenapa itu dikeluarkan. Padahal itu amat sangat dibutuhkan,” imbuh wanita yang juga Wakil Sekjen DPP PKB itu.

Lebih lanjut Eem mengatakan, saat ini terjadi ketimpangan ekonomi antara Bali Utara dengan Bali Selatan. Tatkala Buleleng menjadi ibukota Sunda Kecil, perekonomian sangat perkembang. Namun setelah ibukota dipindah ke Denpasar, maka perekonomian menjadi timpang. Pelabuhan juga dipindahkan ke Benoa.

Ia berharap pemerintah tidak menutup mata dengan kondisi ketimpangan ekonomi di Bali. “Masyarakat bali itu jangan ditinggalkan semua. Minimal ada bandara di sana. Biar ada dampak ekonomi terhadap masyarakat di sekitarnya, akan berdampak banget untuk masyarakat di Buleleng, Klungkung, Karangasem, Jembrana gitu kan. Meskipun ini bukan dapil saya, tapi ketika ada masyarakat yang mengeluhkan dan menyampaikan aspirasinya, saya sampaikan,” ujar wanita asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat itu.

Khusus soal alternatif pembangunan, ia berharap seluruh opsi bisa dibuka pemerintah. Salah satu opsi yang paling masuk akal adalah pembangunan di laut. Sebab diyakini tidak akan terjadi penggusuran dari tidak merusak terumbu karang.

Untuk itu, Eem meminta agar pembangunan bandara Bali Utara dibuka kembali. Selain itu Kementerian Perhubungan diminta menyampaikan usulan kepada Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), agar pembangunan bandara bisa masuk dalam PSN.

“Masyarakat yang ingin berkunjung ke bali, dari dunia internasional itu sangat banyak. Ketika ini dibuka pasti akan ebih banyak lagi turis yang masuk ke Indonesia. Kalau dibuka, masyarakat seluruh Bali, Insya Allah kesejahteraannya akan meningkat,” harapnya.

Sementara itu Menhub Budi Karya Sumadi tidak memberikan jawaban atas saran yang disampaikan oleh Neng Eem. Ia hanya berterima kasih atas saran dari seluruh anggota komisi. “Kami sangat berterima kasih atas apresiasi dan terima kasih juga atas masukan. Kami akan lakukan dengan sekesama apa yang jadi pertanyaan,” kata Budi. ***

 

Editor : M.Ridwan
#bandara buleleng #bandara bali utara #DPRRI