BULELENG-Berbagai pihak di Buleleng kini turun tangan melakukan pengentasan kemiskinan ekstrem. Salah satunya pramuka. Dengan menggalang donasi dari para anggotanya, pramuka bisa melakukan program bedah rumah bagi warga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem.
Made Degdeg dan Komang Darmawan sudah lama menantikan program bedah rumah. Tapi mereka belum juga kebagian. Karena masuk dalam daftar tunggu. Kakak beradik yang mukim di Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada itu, merupakan dua kepala keluarga dari total 349 kepala keluarga di Buleleng yang masuk kategori kemiskinan ekstrem.
Komang Darmawan mengaku ia dan keluarganya sudah lama tinggal di Desa Panji Anom. Ia mendirikan rumah berdinding anyaman bambu di atas tanah warisan orang tuanya. Atapnya juga hanya memanfaatkan seng bekas.
“Lahan ini merupakan warisan orang tua, luasnya sekitar 70 meter persegi namun kondisinya berupa tebing. Yang datar kami (Komang Darmawan dan Made Degdeg) buatkan tempat tinggal. Tanah ini tidak produktif, ditanami pisang juga mati,” ujarnya.
Sejak kemarin, keduanya harus mengungsi sementaa waktu. Sebab hunian mereka akan diperbaiki lewat program bedah rumah. Bantuan itu bukan dari pemerintah. Tapi dari para pramuka di Buleleng.
Sejak sebulan terakhir para pramuka menggalang dana lewat program Bumbung Kemanusiaan. Dana yang terkumpul digunakan untuk melakukan bedah rumah. Rupanya program itu cukup berhasil. Pramuka Buleleng berhasil mengumpulkan dana yang cukup untuk dua unit bedah rumah.
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka (Kwarcab) Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, pramuka berkomitmen membantu pemerintah menuntaskan angka kemiskinan ekstrem. Dari hasil donasi para pramuka, baik yang masih berusia muda maupun dewasa, mereka berhasil melakukan bedah rumah.
“Dari program bungbung kemanusiaan kita bisa membantu untuk membedah dua rumah yang saat ini kondisinya sangat tidak layak untuk ditempati. Ini untuk menggugah rasa kemanusiaan serta mendidik pramuka Buleleng untuk lebih mengarah pada aktivitas sosial kemanusiaan,”ungkapnya.
Suyasa mengatakan, penerima bedah rumah itu telah dikoordinasikan dengan Dinas Sosial Buleleng. Sehingga dipastikan keduanya layak menerima bantuan. Ia juga mengklaim turun langsung melakukan survei.
Rencananya bedah rumah itu akan diselesaikan dalam kurun waktu 15 hari. Konstruksi bangunan mendapat asistensi dari jurusan Teknik Konstruksi dan Perumahan di SMKN 3 Singaraja. Sementara proses pembangunan dilakukan oleh pramuka, berkolaborasi dengan Dinas Sosial, relawan, dan warga setempat. (*)
Editor : Donny Tabelak