KUBUTAMBAHAN– Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) menyemprotkan air bercampur eco enzyme di TPA Bengkala. Upaya itu dilakukan untuk mencegah kebakaran di areal TPA.
Kebakaran di TPA Bengkala sempat terjadi pada 2018-2021 silam. Dikhawatirkan TPA kembali terbakar tahun ini. Sehingga pemerintah melakukan upaya antisipasi.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, penyiraman untuk mendinginkan suhu di sekitar TPA. Sekaligus menekan potensi terbakarnya gas metan yang timbul di timbunan sampah.
Tercatat ada tujuh unit kendaraan yang dikerahkan menyemprotkan air dan eco enzyme ke seluruh penjuru TPA. Total air yang dihabiskan mencapai 60 ribu liter. “Kami sengaja gunakan eco enzyme untuk mengurangi bau dan mempercepat proses pengomposan,” ujarnya.
Ariadi mengatakan, DLH sebagai pengelola TPA Bengkala telah melakukan penyemprotan rutin dua kali sehari. Pihaknya siap membantu proses penyiraman TPA, apabila dibutuhkan. Namun sejauh ini DLH masih bisa melakukan penyiraman mandiri, mengingat DLH memiliki sejumlah armada penyiraman taman.
Di sisi lain BPBD Buleleng bersama TNBB dan Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Bali Utara juga mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Daerah yang dianggap rawan adalah Kecamatan Gerokgak. Mengingat hutan di kawasan itu cukup luas, ditambah lagi kawasan hutan didominasi ranting-ranting kering. ***
Editor : Donny Tabelak