TEJAKULA– Ancaman kebakaran hutan masih menghantui warga di Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula. Asap masih terlihat mengepul di kawasan perbukitan, terutama di Bukit Mendehe. Sayangnya upaya penyekatan tak bisa dilakukan karena kondisi geografis.
Kebakaran hutan diketahui terjadi sejak Selasa (24/10) pekan lalu. Awalnya api terlihat di wilayah Desa Subaya, Kintamani. Namun sejak Jumat (27/10) kebakaran meluas hingga ke wilayah Desa Tejakula.
Kelian Banjar Dinas Antapura, Desa Tejakula, Ketut Wiyatnya mengatakan, titik api sebenarnya sudah reda. Titik api diperkirakan sudah mengarah ke selatan, atau ke arah Desa Subaya. “Angin juga sudah reda. Dari kemarin (Sabtu, Red) kami dari perangkat desa dibantu polisi hutan dan BPBD sudah melakukan penyekatan,” kata Wiyatnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, tim gabungan telah dikerahkan melakukan penyekatan api. Tim itu terdiri dari Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Tejakula, Koramil Tejakula, Polsek Tejakula, Polisi Hutan Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Bali Utara, perangkat desa, serta aparatur di kecamatan.
Ariadi mengklaim api sudah mengecil. Hingga sore kemarin (29/10) api disebut sudah terkendali. Meski begitu tim tetap melakukan penyekatan dengan metode sekat bakar. Harapannya agar api tidak meluas ke arah pemukiman warga.
“Syukurnya angin juga sudah tidak kencang lagi. Sehingga api bisa dikendalikan. Memang masih ada asap, tapi posisinya di selatan. Kami kesulitan membuat penyekatan di sana, karena kondisi bukitnya memang terjal sekali,” kata Ariadi.
Hingga kini BPBD Buleleng bersama KPH Bali Utara masih melakukan pemantauan terhadap peristiwa kebakaran hutan tersebut. Diperkirakan lahan yang dilahap api sudah lebih dari lima hektare. ***
Editor : Donny Tabelak