SINGARAJA, Radar Bali.id-Ada yang menarik dari Imlek 2575/2024, karena di tahun ini merupakan tahunnya shio Naga Kayu. Bersamaan dengan itu, pada tahun ini pula Indonesia akan memiliki pemimpin yang baru baik di nasional maupun daerah.
Dalam tradisi Tionghoa, naga melambangkan kehormatan, ketangguhan, serta keberuntungan. Di samping gagah perkasa, pengayom, serta melambangkan kepemimpinan.
Humas Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Ling Gwan Kiong, Gunadi Yetial, dalam keterangannya mengatakan bahwa bila tahun Naga Kayu ini selaras dengan semangat pemilu 2024.
Gunadi dan umat Khonghucu berharap dua hal yang merupakan sebuah kebetulan ini, membawa keberuntungan bagi Indonesia.
“Jadi naga itu gagah perkasa, juga lambangkan kepemimpinan. Kebetulan tahun ini kita juga akan memilih pemimpin. Mudah-mudahan semua berjalan lancar, dan kita memiliki pemimpin yang mengayomi rakyat, sesuai sifat naga,” ujarnya pada Kamis (8/2/2024).
Masih tentang sifat naga dan maknanya, Gunadi menjelaskan bila semua usaha masyarakat dalam menyelami kehidupan yang sulit menuju kehidupan penuh kemudahan akan berhasil. Meski harus dibayar dengan perjuangan yang keras.
“Dalam hal naga, apa pun yang mempunyai jiwa berjuang kerja keras, dalam keadaan sulit ekonomi pasti bisa berhasil. Perlu berjuang keras, artinya sekali itu,” sambungnya.
Gunadi melanjutkan, toleransi dan persatuan antar umat beragama, terutama saat pemilu 2024 ini sangatlah penting. Menurutnya, nilai-nilai spiritual dalam ajaran agama termasuk tri dharma juga dapat menjadi pedoman di masyarakat.
“Pepatah China mengatakan, dimana ada kesialan, pasti ada jalan untuk mengatasinya. Ajaran toleransi antar agama juga penting, itu dapat menjadi pedoman kita bersama untuk hidup rukun antar umat,” lanjutnya.
Untuk diketahui, Imlek 2575/2024 diperingati pada tanggal 10 Februari. Tetapi, menjelang puncak perayaan Imlek, sudah dilakukan serangkaian kegiatan penyambutan.
Untuk di Kabupaten Buleleng, kegiatan perayaan Imlek sudah dimulai sejak Kamis (25/1/2024) dengan persembahyangan bersama. Dilanjutkan dengan song shen atau sembahyang mengantar dewa naik pada Jumat (2/2).
Lanjut pada Sabtu (3/2/2024) dilakukan pembersihan patung dewa, ornamen, dan altar di klenteng. Lalu pada Jumat (9/2) akan dilakukan sembahyang tutup tahun dan sembahyang tutup tahun atau chu xi.
Kemudian pada Selasa (13/2/2024) akan dilakukan sembahyang menyambut dewa turun atau jie shen. Lalu sembahyang Tuhan Yang Maha Esa pada Sabtu (13/2/2024). Dan diakhiri dengan sembahyang Cap Go Meh atau Yuan Xiao jie dan sembahyang tolak bala pada Sabtu (24/2/2024). [*]
Editor : Hari Puspita