Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pakai Lahan Dua Hektare untuk Tanam 12 Ribu Bibit Cabai, Ini Target Pemkab Buleleng

Francelino Junior • Minggu, 3 Maret 2024 | 16:50 WIB
UPAYA KURANGI INFLASI : Penanaman cabai perdana di lahan seluas dua  hektare milik Pemkab Buleleng. Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi inflasi. (Foto: Prokom Buleleng untuk Radar Bali)
UPAYA KURANGI INFLASI : Penanaman cabai perdana di lahan seluas dua hektare milik Pemkab Buleleng. Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi inflasi. (Foto: Prokom Buleleng untuk Radar Bali)

SINGARAJA, RadarBali.id-Lahan seluas dua hektare yang berada di tengah Kota Singaraja milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng ditanami cabai sebanyak 12 ribu.

Langkah penanaman cabai di lahan luas ini untuk mengantisipasi dampak juga mencegah atau mengurangi   inflasi di Kabupaten Buleleng.

Penanaman salah satu komoditi ini dilakukan pada Jumat (1/3/2024) mulai pukul 07.30 Wita, yang dilakukan oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Buleleng, juga Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra.

Dewa Indra mengatakan bila pihaknya mendorong agar pemkab mengupayakan lahan kurang produktif, agar menjadi lahan yang bisa memproduksi komoditas pangan yang bisa mencukupi di wilayah sendiri.

Hal ini juga karena Bali menjadi yang terbaik di Indonesia sebagai daerah dengan indeks ketahanan pangan (IKP) terbaik I dengan nilai 85,19.

“Komoditi pemicu inflasi seperti beras, cabai, juga bawang putih terus dipantau secara rutin. Untuk di Buleleng tolong pertahankan tanaman apa yang cocok ditanam di lahan Banyuasri ini, nanti bangun kolaborasi bersama,” katanya usai penanaman cabai perdana di sana.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana menjelaskan bila pihaknya sengaja memanfaatkan lahan tidur itu, untuk penanaman komoditas yang berkontribusi tinggi terhadap inflasi.

Terkait dengan pemeliharaan komoditas yang ditanam di lahan yang berada di seberang Tukad Banyumala itu, Lihadnyana menyebutkan pasukan hijau dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng yang akan bertugas.

“Paling tidak cabai bisa ditanam di sini. Karena dengan penanaman di lahan luas ini akan mempengaruhi psikologi harga di pasar. Nanti pasukan hijau yang akan memelihara tanaman di sini, hasilnya akan dibeli oleh Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng,” jawabnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#Cabai #pertanian #buleleng #inflasi