Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Akhirnya Menggeliat Lagi, Desa Tembok Kembali Tanam Jeruk Keprok yang Dulu Jadi Andalan

Francelino Junior • Senin, 8 April 2024 | 06:50 WIB
BAGIKAN RIBUAN BIBIT: 5.000 bibit jeruk keprok yang merupakan tanaman buah endemik Tejakula saat dibagikan di Desa Tembok. (Istimewa)
BAGIKAN RIBUAN BIBIT: 5.000 bibit jeruk keprok yang merupakan tanaman buah endemik Tejakula saat dibagikan di Desa Tembok. (Istimewa)

SINGARAJA, Radar Bali.id-Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng kembali menanam jeruk keprok. Diketahui ada 5.000 bibit yang diberikan Balai Benih Induk Hortikultura Provinsi Bali, dengan harapan mengembalikan kejayaan jeruk keprok di Buleleng timur.

Ribuan bibit jeruk keprok itu tiba di Desa Tembok pada Selasa (2/4/2024) lalu. Kemudian mulai dibagikan kepada masyarakat Desa Tembok pada Rabu (3 / 4/2024).

Perbekel Desa Tembok, Dewa Ketut Willy Asmawan menjelaskan pembagian bibit-bibit jeruk keprok ini menyasar lahan warga yang memiliki kecukupan air untuk pertanian. Selain juga untuk warga lainnya yang ingin mencoba melakukan budidaya di pekarangan rumah masing-masing.

“Untuk bibit jeruk keprok, kami fokuskan untuk petani yang punya sumur bor. Tapi, kalau ada warga yang juga ingin coba menanam, kami berikan dua sampai tiga batang bibitnya,” ujar Dewa Willy dikonfirmasi pada Sabtu (6/4/2024) siang.

Sebenarnya, lanjut Dewa Willy, jeruk keprok merupakan tanaman buah endemik dari Kecamatan Tejakula, dan pernah berjaya pada masanya. Namun sekitar tahun 1980-an, kejayaan jeruk ini dihancurkan virus tanaman Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD).

Meski jeruk tersebut memiliki pengalaman kurang bagus, tetapi Dewa Willy tetap optimis Desa Tembok mampu untuk membangkitkan kembali kejayaan jeruk keprok di Kecamatan Tejakula.

“Ini juga untuk membuktikan virusnya masih ada atau tidak. Jika sudah tidak ada, maka budidaya jeruk keprok akan dilanjutkan untuk mengembalikan kejayaan jeruk endemik Tejakula ini,” sambungnya.

Dewa Willy menambahkan, bila pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap budidaya jeruk keprok ini. Dengan tujuan untuk memastikan perlunya penambahan bibit ke depannya.

Ia meminta kepada masyarakat Desa Tembok yang telah memiliki bibit jeruk ini, untuk berkomitmen dalam melakukan budidaya, tidak hanya sekadar menanam. Hal ini juga menentukan perkembangan permintaan bibit kembali.

"Pasca dibagikan, akan kami pantau terus perkembangan bibit yang ditanam. Kalau bagus, kemungkinan permintaan bibit akan bertambah lagi,” pungkas Dewa Willy. [*]

 

 

 

Editor : Hari Puspita
#pertanian #buleleng #jeruk keprok