Melongok Aktivitas Jelang Waisak di Vihara Buddhavamsa Singaraja : Bersihkan Rupang, Berkhidmat Sejak Sebulan

Francelino Junior • Dipublikasikan Kamis, 23 Mei 2024 | 05:35 WIB
BERSIH-BERSIH : Umat Buddha di Vihara Buddhavamsa Singaraja melakukan kegiatan bersih-bersih rupang, serangkaian dengan Hari Suci Waisak 2568 BE. (francelino junior/radar bali)
BERSIH-BERSIH : Umat Buddha di Vihara Buddhavamsa Singaraja melakukan kegiatan bersih-bersih rupang, serangkaian dengan Hari Suci Waisak 2568 BE. (francelino junior/radar bali)

Hari Suci Waisak akan jatuh pada Kamis (23/5/2024). Menyambut hal itu, sejumlah umat Buddha di Kabupaten Buleleng mulai melakukan kegiatan bersih-bersih patung atau rupang.


AKTIVITAS ini merupakan rangkaian Hari Suci Waisak 2568 BE, salah satunya yang dilakukan di Vihara Buddhavamsa Singaraja, yang berlokasi di Lingkungan Taman Sari, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng.

Umat Buddha tidak hanya membersihkan rupang, tetapi juga membersihkan areal vihara yang akan digunakan untuk pemujaan. Sebelum melakukan kegiatan tersebut, mereka mengawali dengan puja. 

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bali, mereka membersihkan rupang Buddha menggunakan air bersih dengan peralatan baru. Baik orang tua maupun anak-anak saling bahu membahu membersihkan rupang.

Ketua Vihara Buddhavamsa Singaraja, Gede Sugiarta mengatakan bila rangkaian Hari Suci Waisak 2568 BE sudah dilakukan sejak sebulan lalu, yang disebut dengan Sebulan Pendalaman Dhamma.

Selama sebulan itu, mereka juga mengundang sejumlah pandita atau bhiku untuk memberikan ceramah serta kegiatan meditasi di vihara.


"Ada juga kegiatan berdana untuk para bhiku yang ada. Itu dilakukan sebulan sebelum Waisak. Baru dilanjutkan dengan kegiatan bersih-bersih rupang Buddha," jelas Sugiarta ditemui pada Selasa (21/5/2024) siang.


Ia menuturkan, Hari Suci Waisak yang jatuh pada Kamis (23/5/2024), tergolong spesial. Karena hari tersebut bertepatan dengan bulan purnama. Dan menurut keyakinan umat Buddha, itu sebagai hari lahir Pangeran Siddhartha. Lalu pada umur 30 tahun mencapai tingkat kebuddhaan, dan pada umur 80 tahun mencapai moksa.

"Ketiga rangkaian itu, dilalui bertepatan dengan bulan purnama. Jadi, kita ambil itu menjadi Tri Suci Waisak. Jadi umat Buddha kita harapkan berpartisipasi meningkatkan keyakinan kepada ajaran-ajaran buddha," tambahnya.

Sementara untuk kegiatan detik-detik Hari Suci Waisak yang jatuh pada Kamis (23/5) pukul 21.52 Wita, upacara akan dimulai sejak pukul 17.00 Wita yang diisi juga hiburan, nyanyian dharma, juga pemutaran video perjalanan Buddha.

"Kemudian inti dari dari upacara itu, ada Pradaksina yang mengelilingi Vihara sebanyak tiga kali dan ditutup dengan Puja Bakti," tutup Sugiarta. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
hari raya waisak ritual buddha buleleng