Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dari Acara Puri Sejebag Bali Bawa Pusaka ke Kubutambahan, Buleleng: Dukung Proyek Bandara karena Dinilai Berdampak Sejahtera

Eka Prasetya • Selasa, 28 Mei 2024 | 05:25 WIB
DUKUNG BANDARA :  Kalangan keluarga puri yang tergabung dalam Paiketan Puri-Puri Sejebag Bali menyatakan dukungan ke proyek bandara di Buleleng. (eka prasetya/radarbali)
DUKUNG BANDARA : Kalangan keluarga puri yang tergabung dalam Paiketan Puri-Puri Sejebag Bali menyatakan dukungan ke proyek bandara di Buleleng. (eka prasetya/radarbali)

 

Kalangan puri itu berduyun-duyun ke Buleleng. Mereka yang menyebut diri sebagai Paiketan Puri-Puri Sejebag Bali ini punya cara tersendiri menyatakan dukungannya terhadap rencana proyek bandar udara.

ISU pembangunan bandara kembali bergulir. Kali ini lewat puri-puri yang ada di Bali. Puri-puri yang tergabung dalam Paiketan Puri-Puri Sejebag Bali itu kompak membawa pusaka-pusaka mereka ke Buleleng, pada Minggu (26/5/2024).

Pusaka itu dibawa ke Pura Puseh Agung Penegil Dharma atau yang dikenal juga dengan Pura Penyusuan. Pusaka tersebut diupacarai. Kemudian ditarikan di hadapan para undangan  yang hadir dalam acara tersebut.

Pusaka-pusaka di  antaranya Prerai Ida Danghyang Kepakisan, Prerai Arya Pengalasan Pesimpangan, Prerai Arya Damar, Prerai Sri Aji Wengker, Prerai Prabu Hayam Wuruk, Ida Topeng Gajah Mada, serta tombak pusaka Ki Tunjung Tutur.

Puri-Puri Sejebag Bali sengaja menghadirkan pusaka tersebut sebagai sarana untuk memohon restu agar upaya menyejahterakan masyarakat bisa terwujud.  Salah satunya lewat pembangunan bandara baru di Bali Utara, yang diharapkan dibangun di lepas pantai kawasan Desa Kubutambahan.

Bendahara Umum Paiketan Puri-Puri Sejebag Bali, Anak Agung Ngurah Kakarsana mengatakan, ada harapan besar dari masyarakat Buleleng terkait wacana dibangunnya bandara.

“Kami berharap lewat acara ini, mudah-mudahan Beliau memberikan restu agar masyarakat diberi berkah dan kemakmuran. Mudah-mudahan Bali dan Buleleng pada khususnya dapat manfaat sebesar-besarnya,” kata Kakarsana.

Pria yang juga Penglingsir Puri Blahbatuh itu mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung rencana pembangunan bandara di Buleleng.

Alasannya, Bandara di Buleleng akan memberikan dampak bagi Kabupaten Karangasem, Bangli, Klungkung, Badung bagian Utara, serta Buleleng.

“Kami sudah mendengar penjelasan panjang dari tim. Bahwa proyek ini akan ramah lingkungan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat, tanpa adanya eksplorasi ekstrem,” imbuhnya.

Hal serupa diungkapkan Sekretaris Paiketan Puri-Puri Sejebag Bali, Anak Agung Ngurah Ugrasena. Menurutnya, pada acara tersebut paiketan puri-puri sengaja menampilkan sejumlah topeng yang memiliki vibrasi niskala.

“Masyarakat harus menyadari bahwa bandara sudah menjadi kebutuhan Buleleng dan Bali,” katanya.

Menurut Ugrasena, pusaka-pusaka itu sengaja dibawa sekaligus dipentaskan pada sebuah rangkaian upacara di pura. Contohnya Topeng Gajah Mada, topeng tersebut memiliki vibrasi niskala tentang pemerintahan di Bali maupun di tingkat pusat.

Ugrasena juga menyebut kegiatan tersebut sudah menjadi bentuk groundbreaking pembangunan secara niskala. “Sudah groundbreaking niskala, tinggal menunggu groundbreaking secara skala,” ujarnya.

Lebih lanjut Ugrasena mengatakan, puri-puri di Bali secara prinsip mendukung pembangunan bandara di Buleleng. Sepanjang dilakukan di kawasan laut. Dia meyakini pembangunan bandara di laut akan mengendalikan abrasi yang terjadi di pesisir Buleleng.

“Kalau di darat kami kurang setuju, karena pasti menggusur penduduk, tanah produktif, dan situs pura,” ujarnya.

Sementara itu Dirut PT. BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo mengatakan, pihaknya menempuh upaya skala dan niskala guna mewujudkan pembangunan bandara.

“Proses niskala jalan, proses di pemerintahan jalan. Segera, mimpi bandara itu segera terwujud,” ujarnya.

Ia mengklaim telah berkomunikasi dengan berbagai pihak pada pekan lalu. Termasuk dengan Kementerian Sekretariat Negara. “Perkembangannya sangat menggembirakan bagi masyarakat Bali, dan semuanya ke arah yang positif,” klaim Erwanto.

Lebih lanjut Erwanto mengatakan, pembangunan bandara baru di Bali merupakan sebuah kebutuhan. Karena Bandara Ngurah Rai pada tahun 2026 mendatang akan penuh.

Ia pun menyebut bandara baru di Bali Utara akan masuk lagi ke dalam Program Strategis Nasional di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran.  Mengingat bandara menjadi salah satu program yang disampaikan pasangan tersebut, saat melakukan kampanye di Buleleng.

“Tempo hari itu PSN keluar, bukan karena nggak perform. Tapi karena harus selesai 2024. Periode berikutnya astungkara masuk,” tegasnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#puri #bandara #buleleng