Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Diskusi Politik KJB Memanas Gegara Membahas Janji Pembangunan Bandara Buleleng

Francelino Junior • Jumat, 28 Juni 2024 | 18:10 WIB
DIWARNAI KETEGANGAN : Suasana diskusi politik yang digelar KJB yang membahas  janji pembangunan bandara di Buleleng jadi bulan-bulanan peserta debat. (francelino junior/radar bali)
DIWARNAI KETEGANGAN : Suasana diskusi politik yang digelar KJB yang membahas janji pembangunan bandara di Buleleng jadi bulan-bulanan peserta debat. (francelino junior/radar bali)

SINGARAJA, RadarBali.id -Diskusi politik yang digelar Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB) dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Buleleng 2024 berlangsung seru. Janji pembangunan bandara di Buleleng pun jadi bahan debat peserta.

Diskusi politik ini berlangsung pada Kamis (27/6/2024) pukul 09.00 Wita di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja. Narasumber yang dihadirkan adalah para tokoh politik yang sudah berproses di partai politik untuk maju dalam Pilkada Buleleng 2024.

Atau dapat disebut juga sebagai bakal calon bupati maupun wakil bupati.

 Baca Juga: Jadi Komoditas Isu Politik, Koster Sebut Bandara Buleleng Sulit Terwujud Meskipun Wacana Mencuat Lagi

Mereka adalah I Nyoman Sugawa Korry (Ketua DPD I Golkar Bali), Anak Agung Wiranata Kusuma (kader Golkar), dan I Made Sundayana (kader Golkar). Kemudian ada Gede Supriatna (Sekretaris DPC PDIP Buleleng), I Nyoman Sutjidra (Wakil Ketua DPC PDIP Buleleng), dan Ketut Putra Sedana (Ketua BMI Buleleng).

Lalu ada juga Kadek Doni Riana (KDR), Dewa Nyoman Sukrawan (Ketua Bappilu Demokrat Bali), dan Gede Suardana.

Mengambil tema Siapa Paling Siap Jadi Pilot Den Bukit, membuat semua bakal calon memaparkan ide dan gagasan mereka di hadapan peserta diskusi, serta masyarakat luas. Pembangunan bandara pun menjadi salah satu yang disinggung para narasumber.

 Baca Juga: Sekjen Partai Gerindra Instruksikan Caleg Menangkan Prabowo-Gibran di Dapil, Prabowo Menang Bandara Buleleng Dibangun

Hanya saja, yang menggaungkan janji pembangunan bandara di Buleleng hanya disuarakan oleh bakal calon di luar PDIP. Seperti Sugawa Korry, KDR, juga Wiranata Kusuma.

Menurut Sugawa Korry, kemiskinan dapat dituntaskan dan kesejahteraan masyarakat akan didapatkan dengan adanya investasi. Maka dengan itu, akan membuka lapangan dan kesempatan kerja bagi masyarakat Buleleng. 

Sehingga ia menggaungkan ide trisula investasi di Buleleng, yakni pembangunan bandara bali utara, kawasan ekonomi khusus Pelabuhan Celukan Bawang, dan pembangunan industri pengolahan sektor pertanian dan kreatif.

“Tiga hal itu bisa dilakukan, sangat bisa. Karena kami punya jalur presiden dan wakil presiden terpilih,” tegasnya.

Sementara KDR mengatakan, bila adanya bandara di Buleleng akan menciptakan multiplier effect bagi masyarakat Buleleng. Apa contohnya? Masuknya investor tentu akan menyerap kerja, lanjut akademi dan profesional di bidang hukum itu.

“Jadi intinya, bandara ini sebuah kebutuhan dan kami sebagai pemimpin ke depan, akan kawal pembangunan bandara,” ujarnya.

 

Wiranata Kusuma juga mengatakan bila pihaknya sudah sempat berbicara dengan Gibran Rakabuming Raka, saat melakukan kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lalu di Kota Singaraja.

 

Ia mengungkapkan sudah mengutarakan keinginan masyarakat, agar terwujud pembangunan bandara di Buleleng.

“Ada tiga hal yang disampaikan saat Gibran ke Buleleng. Salah satunya terkait bandara di Buleleng. Itu sudah dicatat oleh beliau,” katanya.

Namun, janji pembangunan bandara ini ternyata membuat situasi diskusi sedikit tegang disertai nada-nada tinggi. Suasana sempat memanas, lantaran guyonan khas masyarakat Buleleng yang dikenal keras dan kasar.

Dewa Sukrawan malah memiliki pandangan berbeda. Katanya, membangun Buleleng tidak perlu dengan bandara. Karena menurutnya, yang perlu dipahami adalah kewenangan pembangunannya yang dipegang oleh pemerintah pusat.

Sukrawan mengaku sudah melihat berkas yang ditandatangani oleh bupati dan gubernur terkait dukungan pembangunan bandara. Namun semuanya tidak juga terlaksana.

Sing masi meragatang lud (tidak juga menyelesaikan masalah). Jangan sampai bandara jadi konsumsi politik. Masyarakat harapannya hidup sejahtera. Bangun Buleleng tidak harus ada bandara,” katanya disambut tepuk tangan.

Namun pernyataan keras dilontarkan Made Suyasa. Pria yang juga mantan Camat Kubutambahan ini dengan tegas mengatakan bila ingin maju menjadi pemimpin, harus memiliki otak, ongkos, dan otot alias 3O.

“Urusan bandara itu linier ke atas. Tapi ada sing lokasine? Yang benehde munyi-munyi dogen (Tapi ada tidak lokasinya? Yang benar, jangan omong-omong saja),” tegas Suyasa sambil menunjuk-nunjuk para bakal calon.

Meski sempat tegang, namun para bakal calon pada akhirnya tetap saling melempar senyum dan berjabat tangan di akhir kegiatan. Mereka juga tetap memberikan closing statement dengan tegas sesuai ide dan gagasan.

Bahkan antara para bakal calon dan peserta pun juga sempat berdiskusi disertai senyum dan tawa. [*]

 

JELASKAN DANA HIBAH : Ketua KPUD Jembrana, I Ketut Adi Sanjaya. (dok.radar bali)

 

Cair! Dana Hibah Pilkada Termin Kedua, Ini Keterangan Rinciannya Menurut Ketua KPUD Jembrana

NEGARA, Radar Bali.id - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jembrana menerima hibah Pemerintah

Editor : Hari Puspita
#kjb #bandara #buleleng #diskusi