Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dari Hanura, Kadek Doni Riana akhirnya Gabung Gerindra di Pilkada Buleleng 2024

Francelino Junior • Rabu, 24 Juli 2024 | 17:55 WIB
KE GERINDRA : KDR (kemeja putih) resmi bergabung dengan Gerindra.(francelino junior/radar bali).
KE GERINDRA : KDR (kemeja putih) resmi bergabung dengan Gerindra.(francelino junior/radar bali).

SINGARAJA, Radar Bali.id - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Buleleng 2024 kembali memunculkan intrik politik. Terbaru, Kadek Doni Riana (KDR) yang merupakan salah satu bakal calon bupati memilih bergabung ke partai Gerindra.

KDR resmi bergabung ke Gerindra pada Selasa (23/7/2024) di Sekretariat Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Buleleng.

Pria yang berprofesi sebagai advokat ini pernah tercatat sebagai kader Hanura. Bahkan sebelumnya, ia pernah maju sebagai salah satu pasangan calon di Pilkada Buleleng 2024 lewat jalur independen.

Manuver politik ini pun cukup menarik menjelang Pilkada Buleleng 2024. Ia yang juga Ketua Aliansi Advokat Indonesia Wilayah Bali (AAIB), tim kuasa hukum Prabowo-Gibran, merasa sejalan dan senafas dengan Gerindra.

Hal inilah yang kemudian membuatnya memutuskan untuk bergabung dengan Gerindra dan menjadi kader dengan Kartu Tanda Anggota (KTA). 

Katanya, kini ia pun bisa ikut mengawal program Prabowo-Gibran di Buleleng. Serta ikut membesarkan partai dan bersama-sama membangun Kabupaten Buleleng. 

Disinggung mengenai keinginannya untuk bertarung di Pilkada Buleleng, KDR yang kini sudah sebagai kader Gerindra mengaku akan mengikuti mekanisme maupun instruksi yang ada. 

”Intinya kami siap untuk menerima tugas apapun, demi masyarakat Buleleng. Ini juga momentum luar biasa untuk mengawal Pilkada Buleleng,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Buleleng, Gede Harja Astawa menyebut bila pihaknya dengan sangat terbuka menerima siapapun untuk bergabung bersama dengan partai berlambang kepala burung garuda itu. 

Meski begitu, Harja menegaskan siapapun yang ingin menjadi kader Gerindra tidak bermain dua kaki alias menjadi kader di partai lain. 

Mengenai Pilkada Buleleng, masuknya KDR tentu menjadi tambahan amunisi untuk pertarungan di pesta demokrasi lima tahunan. Hanya saja, Harja mengingatkan agar semuanya dapat bersabar dan mengikuti instruksi. 

”Semua kader agar tidak mempunyai ambisi untuk diri sendiri. Ketika ditugaskan harus siap. Juga harus bersabar dengan mekanisme partai,” tegas Harja. [*]

Editor : Hari Puspita
#pilkada #bakal calon #buleleng