Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jaga Lahan Kering Tetap Produktif di Musim Kemarau, Buleleng Uji Coba Padi Gogo

Francelino Junior • Senin, 5 Agustus 2024 | 01:45 WIB
DAPAT JATAH BIBIT GOGO : Bibit padi gogo yang diserahkan dari Distan Buleleng kepada petani. Padi gogo ini diharapkan menjadi solusi penanaman padi di lahan kering. (Foto: Dinas Pertanian Buleleng )
DAPAT JATAH BIBIT GOGO : Bibit padi gogo yang diserahkan dari Distan Buleleng kepada petani. Padi gogo ini diharapkan menjadi solusi penanaman padi di lahan kering. (Foto: Dinas Pertanian Buleleng )

SINGARAJARadar Bali.id - Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pertanian (Distan) melakukan uji coba penanaman padi gogo. Varietas padi ini dipilih lantaran sebagai solusi pengoptimalan lahan yang kering.

Sebagai uji coba, Distan Buleleng menyiapkan lahan seluas 2 hektare di tiga titik. Yakni di Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, kemudian Desa Menyali, Kecamatan Sawan, dan Desa Panji, Kecamatan Sukasada.

Jenis padi ini, disebutkan merupakan tanaman yang irit irigasi. Sehingga cocok untuk ditanam pada lahan kering, utamanya saat musim kemarau tiba. Selain dengan penanaman padi ini sebagai bentuk upaya perluasan areal tanam padi di Buleleng. Targetnya tahun ini adalah 330 hektare.


Melandrat menjelaskan budidaya padi gogo tergolong ramah lingkungan, karena meminimalisir penggunaan bahan kimia, pupuk, dan pestisida. Selain itu, kelebihan lainnya adalah biaya produksi dan kebutuhan tenaga kerja rendah, bahkan dapat dibudidayakan dengan pola tumpang sari, juga tidak memerlukan teknologi tinggi.


Mengenai budidaya padi gogo sebelumnya di sejumlah wilayah di Buleleng, Melandrat mengungkapkan bila terhenti karena alasan produktivitas yang rendah. Dalam satu hektar lahan, hanya menghasilkan 2-3 ton gabah, padahal potensinya bisa 4-5 ton per hektarnya.

Selain itu, umur panen lebih panjang jika dibandingkan padi inbrida, yakni 119 hari. Bibit padi gogo juga harus dipesan khusus terlebih dulu.

”Harapannya, mudah-mudahan hasilnya bagus di lahan uji coba ini. Sehingga nanti bisa dikembangkan di lahan-lahan kering lainnya,” tutupnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#lahan kering #pertanian #Padi Gogo #buleleng