SINGARAJA, Radar Bali.id - Peristiwa kebakaran terjadi di perkotaan Singaraja pada Rabu (11/9/2024) sekitar pukul 20.30 Wita, yang menimpa sebuah toko listrik di Jalan Dr. Sutomo Nomor 24. Kebakaran ini terjadi diduga akibat api dupa.
Dari pantauan Radar Bali di lokasi, toko yang bernama Jaya Listrik itu berada di areal Pasar Anyar. Toko tersebut juga berdempetan dengan pertokoan lainnya, yang berada di areal pasar terbesar di Kabupaten Buleleng itu.
Kebakaran ini awalnya diketahui oleh Ketut Tegar Gunadi, 21, yang merupakan anak pemilik toko. Yang pada pukul 20.30 Wita menerima telepon dari temannya bernama Ngurah, yang memberitahukan perihal peristiwa yang menimpa tempat usaha milik orang tua Gunadi.
Menerima informasi tersebut, Tegar lalu memberitahu orang tuanya, Nyoman Rena, 60, bahwa toko dua lantai berukuran 4x7 meter itu sudah terbakar. Mereka yang tinggal di Kelurahan Kampung Baru lalu bergegas menuju lokasi.
Sampai di tokonya, kondisi sudah ramai mengingat api sudah berkobar dengan hebat di lantai bawah. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Buleleng menurunkan dua regu pemadam dari Pos Induk dan satu dari Pos II Kubutambahan, dengan 12 orang personel.
Pemadaman berlangsung cukup lama, mengingat dalam toko tersebut tersimpan banyak material yang mudah terbakar, yang berpotensi juga menambah kobaran api menjadi semakin besar. Api berhasil dipadamkan sekitar 90 menit kemudian.
Karena toko yang berada di kawasan padat, salah satu toko kain di sebelahnya pun sempat melakukan evakuasi terhadap barang-barangnya. Ini juga mencegah kebakaran merembet ke toko-toko lainnya.
”Dugaan sementara karena api dupa. Kerugian mencapai Rp 500 juta. Beruntung tidak ada korban jiwa,” ujar Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Made Agus Dwi Wirawan dikonfirmasi pada Kamis (12/9/2024) pagi.
Pasca berhasil dipadamkan dan dilakukan pendinginan, polisi juga memasang police line guna mencegah adanya oknum-oknum warga masuk dan melakukan penjarahan, di dalam toko tersebut. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali