SINGARAJA, Radar Bali.id - Upaya mencegah pengangguran di Kabupaten Buleleng, dilakukan oleh SMKN 1 Sukasada. Mereka menggelar bursa kerja (job fair) dengan menghadirkan 65 stakeholder selama dua hari, yakni tanggal 19-20 September 2024
Job fair bertajuk Exploring Opportunities in the Professional World, bertujuan menjembatani siswa dengan dunia kerja. Apalagi yang membuka lapak pekerjaan tidak hanya perusahaan kerja, namun juga Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
Sehingga para siswa dapat berinteraksi langsung dengan dunia kerja, melalui perusahaan dan LPK, untuk membantu membuka jalan karier mereka.
”Sangat penting siswa dipersiapkan, agar mampu bersaing di pasar kerja, yang semakin kompetitif,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, KN Boy Jayawibawa yang membuka kegiatan secara resmi.
Sementara Kepala SMKN 1 Sukasada, Putu Sumandi Yasa menjelaskan bahwa job fair yang diadakan pihaknya ini sebagai wujud implementasi dan komitmen, agar para siswa mendapatkan pekerjaan setelah lulus dari sekolah.
Apalagi, perusahaan yang menggelar lapak kerja berasal dari dalam dan luar Kabupaten Buleleng, yang bergerak di sektor perhotelan, perdagangan, perbankan, hingga industri furniture.
”Ini juga salah satu upaya menekan angka pengangguran di Kabupaten Buleleng,” terangnya.
Selain itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Buleleng, Made Arya Sukerta menyampaikan bahwa job fair yang digelar, sangat penting untuk menurunkan angka pengangguran di Bali utara.
Karena gelaran job fair tentu akan menyerap tenaga kerja di Buleleng. Sehingga generasi muda dapat semangat memasuki dunia kerja dan merencanakan dengan masa depan dengan baik.
Pihaknya pun meminta agar SMKN 1 Sukasada melaporkan hasil job fair ini ke Disnaker Buleleng, sehingga hasilnya dapat dijadikan kebijakan dalam mengambil keputusan.
”Kalau bisa SMK dan LPK, semakin aktif dalam memberikan kesempatan bagi lulusan mereka untuk terjun ke dunia kerja, melalui job fair seperti ini,” harapnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali