Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Buleleng Gencarkan Digitalisasi Arsip, Ini Targetnya

Hari Puspita • Sabtu, 2 November 2024 | 01:05 WIB
GENJOT DIGITALISASI: Kepala DAPD Buleleng, Made Era Oktarini. (Foto: Pemkab Buleleng untuk Radar Bali)
GENJOT DIGITALISASI: Kepala DAPD Buleleng, Made Era Oktarini. (Foto: Pemkab Buleleng untuk Radar Bali)

SINGARAJARadar Bali.id - Dalam rangka menyelamatkan arsip-arsip berharga daerah, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Kabupaten Buleleng kini menciptakan proyek inovatif bernama Sinergitas Revitalisasi Inovatif Kekayaan Arsip dan Nilai Daerah Integratif (Srikandi) Buleleng.

Kepala DAPD Buleleng, Made Era Oktarini, dalam keterangannya  mengungkapkan bahwa diciptakannya Srikandi Buleleng, untuk menyelamatkan arsip-arsip berharga yang selama ini kurang mendapat perhatian. Sehingga semakin memperkuat komitmennya dalam melestarikan sejarah lokal. 

Proyek ini direncanakan dalam rapat koordinasi pada Selasa (29/10/2024). Untuk langkah awal, arsip yang didigitalisasi terkait dengan sejarah Soenda Ketjil. Kata Era Oktarini, Srikandi Buleleng tidak hanya sebagai simbol kekuatan dan ketangguhan, namun juga cerminan inovasi pelestarian sejarah lokal.

”Arsip Soenda Ketjil yang selama ini terabaikan, akan kami hidupkan kembali melalui teknologi digital dan diorama fisik yang menarik,” ujarnya pada Rabu Kamis (31/10/2024).

Sehingga dengan aplikasi ini, masyarakat akan memiliki akses langsung ke arsip-arsip digital, utamanya mengenai sejarah Soenda Ketjil, yang ibu kotanya adalah Kota Singaraja, sebelum berubah menjadi Provinsi Bali dengan ibu kota Denpasar.

Selain terkait dengan itu, masyarakat juga dapat mengetahui informasi Mr. I Gusti Ketut Pudja yang merupakan salah satu tokoh Buleleng, yang memiliki peran dalam sejarah ini. Ia diketahui sebagai gubernur pertama Soenda Ketjil.

”Kami sudah berkoordinasi dengan ahli sejarah serta keturunan Mr. I Gusti Ketut Pudja. Jadi arsip-arsip yang kami temukan, akan segera dipresentasikan dalam bentuk diorama fisik maupun digital,” lanjut Era Oktarini.

Kepala DAPD Buleleng itu menyampaikan, kalau untuk menghidupkan sejarah dengan diorama hingga pelestarian arsip dalam format digital, tentu akan mendukung pengembangan pariwisata dan berujung pada peningkatan PAD.

Pihaknya juga berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, untuk memastikan informasi yang disajikan benar-benar akurat dan mendalam. Sehingga generasi muda diharapkan dapat lebih mengenal pahlawan lokal dan tidak melupakan akar sejarah mereka.

Era Oktarini menyebutkan proyek ini akan selesai pada akhir November 2024, yang akan diresmikan di Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng. Saat itu juga, diorama arsip Soenda Ketjil juga akan diresmikan.

Apabila berhasil dikembangkan, aplikasi Srikandi Buleleng ini diharapkan menjadi model bagi museum lain yang ada di Bali utara. Sehingga dapat mengemas sejarah secara modern dan interaktif.

Yang tentunya untuk membangkitkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, akan pentingnya menjaga dan mempelajari sejarah daerah. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#pengarsipan #buleleng #digitalisasi