Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Rp 1,6 Miliar untuk UMKM Buleleng, Ini Sasaran Peruntukannya

Francelino Junior • Sabtu, 16 November 2024 | 16:15 WIB
BANTUAN MILIARAN: Untuk mendukung UMKM lokal, pemerintah pusat menggelontorkan bantuan senilai Rp 1,6 miliar untuk sarana pengemasan. (Foto: Pemkab Buleleng untuk Radar Bali)
BANTUAN MILIARAN: Untuk mendukung UMKM lokal, pemerintah pusat menggelontorkan bantuan senilai Rp 1,6 miliar untuk sarana pengemasan. (Foto: Pemkab Buleleng untuk Radar Bali)

SINGARAJARadar Bali.id - Kabar bahagia untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bali utara. Sebab pemerintah pusat memberikan bantuan senilai Rp 1,6 miliar untuk sarana pengemasan. Tentu ini sangat menarik, sebab akan membantu branding dan inovasi kemasan produk lokal Buleleng.

Hal ini diungkap Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Dagperinkop UKM) Buleleng, Dewa Made Sudiarta dalam Buleleng UMKM Ekspo (BUE) yang digelar di Gedung PLUT pada Kamis (14/11/2024).

Katanya, sarana pengemasan itu terdiri dari berbagai alat bantu UMKM, untuk membuat kemasan produk mereka menjadi lebih menarik. Sehingga memberi daya tarik tersendiri dan mampu bersaing di pasar.

Setelah bantuan dari pusat itu datang ke Buleleng, pelaku UMKM di Bali utara dapat datang ke PLUT Buleleng untuk berkonsultasi dan konseling, untuk menghasilkan kemasan yang menjadikan branding produk Buleleng.

”Alatnya masih proses pengadaan. Untuk tenaganya sudah dilatih selama seminggu di Surabaya, supaya bisa nanti mengoperasikan. Itu alokasi dari pemerintah pusat senilai Rp 1,6 miliar,” ujarnya.

Seiring waktu, Sudiarta mengharapkan dan tengah mengupayakan agar PLUT Buleleng menjadi rumah kemasan pada tahun 2025 nanti. Sehingga secara tidak langsung gedung PLUT akan menjadi ikon pertumbuhan UMKM di Bali utara.

Sebab PLUT akan menjadi titik kumpul berbicara bisnis, ruang pelatihan, hingga menjadi entrepreneur hub untuk pelaku UMKM.

”Ke depan aktivitas di sini akan ditingkatkan kembali, kalau bisa dalam 1 bulan ada sekali kegiatan besar,” harap Sudiarta.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana memiliki ide nyeleneh namun menarik. Untuk membangkitkan api di dalam UMKM Buleleng, ia berencana mendatangkan motivator.

Selain itu, tujuannya untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan para pelaku UMKM, utamanya di bidang pemasaran. Sebab tantangan kedepannya adalah semakin menjamurnya kompetitor sesama UMKM.

Untuk menghadapi ketatnya persaingan, maka menciptakan brand dari produk yang dihasilkan oleh UMKM, sangatlah penting. Bahkan usaha lokal Buleleng juga harus memasarkan produknya via digital, agar cepat diketahui oleh publik.

Lihadnyana menegaskan, gedung PLUT harus menjadi basecamp untuk mendampingi UMKM, sehingga mereka benar-benar matang. 

Untuk diketahui, per tahun 2023 mengutip data dari Satu Data Buleleng, jumlah UMKM di Buleleng sebanyak 79.470 dengan total 30.079 UMKM formal dan 49.391 UMKM informal. 

Jenis UMKM-nya pun ada perdagangan, perindustrian, pertanian dan non pertanian, serta aneka jasa. Yang juga terbagi atas usaha mikro, kecil, menengah, dan besar.

”Mungkin kami datangkan motivator, sehingga para UMKM mendapat wawasan. Saya akan cari sponsor untuk undang motivator,” ujarnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#bantuan #umkm #ekonomi kerakyatan #Singaraja