Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Hujan Deras, Puluhan Rumah di Desa Sumberklampok, Buleleng, Terdampak Banjir, Begini Kondisinya

Francelino Junior • Selasa, 28 Januari 2025 | 16:35 WIB
TERDAMPAK : Situasi rumah warga di Banjar Dinas Sumberbatok, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak setelah dihantam banjir bandang. (Foto: istimewa)
TERDAMPAK : Situasi rumah warga di Banjar Dinas Sumberbatok, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak setelah dihantam banjir bandang. (Foto: istimewa)

SINGARAJARadar Bali.id - Hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Buleleng pada Minggu (26/1/2025), ternyata membuat puluhan rumah di Banjar Dinas Sumberbatok, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak terdampak banjir bandang. Tak hanya itu saja, peristiwa itu juga mengakibatkan warga mengalami luka-luka.

Perbekel Sumberklampok, I Wayan Sawitra Yasa mengungkapkan, banjir bandang terjadi mulai pukul 19.30-23.00 Wita. Air dalam volume banyak itu tiba-tiba datang dari arah hutan, menuju ke pemukiman warga yang ada di sebelah utara atau hilir.

Banjir bandang itu kemudian memberi dampak pada 30 rumah warga yang ada di Banjar Dinas Sumberbatok. Tak hanya itu saja, kata Sawitra ada 8 penyengker (tembok) rumah warga yang ambruk akibat dihantam air besar itu.

 Baca Juga: Dumogi Amor ring Acintya, Nelayan Asal Sumberklampok,Buleleng, yang Hilang Ditemukan Meninggal

”Tumben ada banjir di sini. Jadi warga kaget dan tidak siap. Bahkan ada yang sudah tidur, kemudian tersadar rumahnya kebanjiran. Tinggi airnya sampai pusar orang dewasa,” ujarnya dikonfirmasi via sambungan telepon pada Senin (27/1/2025) siang.

Mengetahui rumahnya terkena sapuan banjir, sontak warga menjadi panik dan berusaha menyelamatkan barang berharga. Sawitra menyebut, warga berusaha menyelamatkan sertifikat tanah agar tidak hilang dibawa banjir. Meski kaki warga harus terluka saat itu. Walau ada juga warga yang terpaksa kehilangan sertifikatnya.

Tak hanya itu saja, upaya menyelamatkan diri dan barang berharga, ternyata dibayar mahal oleh warga, sebab ada yang terluka. Seperti yang menimpa pemuda setempat bernama Kadek Adi Suandana, yang tertimpa tembok di rumahnya. 

Hal itu mengakibatkan sejumlah luka pada kepala dan badannya. Ia juga disebutkan sudah mendapatkan perawatan medis, dan sudah diperbolehkan kembali pulang.

”Saat banjir bandang, ia keluar dari rumahnya dan melihat air sudah besar, sehingga bermaksud cari kayu untuk tahan tembok, tapi malah ambruk menimpanya. Bapaknya sampai pingsan melihat anaknya tertimpa tembok,” cerita Perbekel Sawitra.

Untuk saat ini, warga yang tembok rumahnya roboh, diminta untuk mengungsi ke rumah tetangga atau ke saudara, sementara waktu. Hal ini berkaitan dengan keamanan dan keselamatan.

Perbekel Sumberklampok menambahkan, pada Senin (27/1/2025) pihaknya bersama masyarakat setempat telah melakukan gotong royong, untuk membersihkan material lumpur akibat dari banjir bandang. Pembersihan ini ternyata membutuhkan waktu cukup lama, sebab endapan lumpur memiliki ketebalan 2-3 centimeter. 

Pemerintah Desa Sumberklampok juga sudah melaporkan peristiwa ini ke BPBD Buleleng, agar segera ditindaklanjuti, juga masyarakat terdampak dapat menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, pihaknya melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Buleleng sudah melakukan asesmen ke lokasi banjir bandang di Banjar Dinas Sumberbatok, Desa Sumberklampok pada Senin (27/1/2025).

 

Selain melakukan asesmen, pihaknya juga membantu penanganan pasca banjir, yang memberikan dampak pada 30 rumah warga di sana. Bersama dengan masyarakat sekitar, BPBD Buleleng melakukan gotong royong pembersihan lumpur.

”Hasil asesmen kami, banjir bandang terjadi karena curah hujan tinggi, disamping drainase sekitar yang sempit. Sehingga volume air yang besar tidak tertampung, jadi airnya meluber ke jalan dan masuk ke rumah warga,” jelas Kalaksa Ariadi pada Senin (27/1/2025).

Selain itu, pihaknya mencatat 30 rumah warga di sana terendam banjir, juga 6 tembok rumah warga yang roboh tergerus air. Meski begitu, nilai kerusakan akibat peristiwa itu masih dalam pengecekan.

Meski begitu, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut terkait pemberian bantuan, kepada warga yang tembok rumahnya ambruk. Walau Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui BPBD Buleleng memiliki anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), yang diperuntukkan untuk bencana.

”Tim akan ke lapangan untuk verifikasi, apakah memenuhi ketentuan untuk terima bantuan atau tidak,” tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#hujan deras #desa sumberklampok #banjir #buleleng