Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cara Lapas Singaraja Memanfaatkan Momen Siwaratri : Warga Binaan Diajak Merenung untuk Mawas Diri

Hari Puspita • Rabu, 29 Januari 2025 | 23:10 WIB
MOMENTUM INTROSPEKSI DIRI: Warga binaan Lapas Singaraja yang beragama Hindu diajak merenung dalam memaknai Hari Suci Siwaratri. (Foto: Lapas Singaraja untuk Radar Bali)
MOMENTUM INTROSPEKSI DIRI: Warga binaan Lapas Singaraja yang beragama Hindu diajak merenung dalam memaknai Hari Suci Siwaratri. (Foto: Lapas Singaraja untuk Radar Bali)

Hari Suci Siwaratri yang jatuh pada Senin (27/1/2025), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja mengajak warga binaannya untuk merenungkan dosa. Ini dilakukan agar mereka semakin dekat dengan Tuhan, meski saat ini tengah menghadapi cobaan. 

Warga binaan Lapas Singaraja khususnya yang beragama Hindu, mengikuti persembahyangan bersama sebagai bentuk pemujaan terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Siwa yang bertempat di Pura Amerta Kherti Lapas Singaraja. 

Dalam kesempatan itu juga, warga binaan Lapas Singaraja diberikan siraman rohani atau dharma wacana dari penyuluh penyelenggara Hindu dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng. 

Kepala Lapas Singaraja, I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra menyampaikan, Hari Suci Siwaratri atau disebut juga dengan malam Siwa memang tidak lepas dari cerita Lubdaka yang ditulis oleh Mpu Tanakung. 

”Ini merupakan momen atau hari yang baik untuk introspeksi diri, merenungkan segala perbuatan dosa, agar kedepannya lebih baik,” ujarnya pada Selasa (28/1/2025). 

Dilanjutkannya, Hari Raya Siwaratri sering disalahartikan karena dianggap sebagai peleburan dosa. Hal itu bertentangan dengan ajaran Hindu yang percaya dengan karma pala.

Padahal Siwaratri dimaknai sebagai perenungan dosa, bukan untuk penghapusan dosa. Sebab yang ditanam akan dipetik pada waktunya.

Siwaratri dimaknai juga dengan penyadaran. Melalui kesadaran, manusia mampu bekerja, memuja Sang Pencipta, dan mensyukuri segala hal. Sehingga, berkah Siwaratri dapat dirasakan setiap hari, bukan hanya pada momen perayaan ini saja.

”Meski tiap hari melakukan perenungan dosa, namun di hari ini diingatkan kembali, guna meningkatkan kualitas hidup,” Kalapas Gusti Lanang.  [*]

Editor : Hari Puspita
#warga binaan #lapas singaraja #buleleng