Temuan jasad pria yang ditemukan di pinggir Jalan Raya Singaraja-Denpasar di wilayah Desa Pancasari,Sukasada, Buleleng, akhirnya berhasil diidentifikasi. Pria tersebut ternyata berasal dari Kabupaten Gianyar, yang kini tinggal di Kota Bekasi, Jawa Barat.
BERDASARKAN keterangan Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika menyampaikan, teridentifikasinya mayat Wanagiri itu setelah Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Buleleng melakukan pemeriksaan pada Senin (3/2/2025) sekitar pukul 18.28 Wita di Ruang Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Buleleng.
Pemeriksaan dilakukan dengan alat INAFIS Portable System, yang terhubung dengan Server Pusat Identifikasi Polri dan data e-KTP. Hasil identifikasinya, didapat beberapa kandidat, yang skor tertinggi adalah 560. Yang dilanjutkan dengan rekam sidik jari pada blangko AK-23, yang dibandingkan dengan data sidik jari pada e-KTP kandidat skor tertinggi.
”Diketahui mayat tersebut identik dengan identitas warga bernama I Pande Gede Putra P, kelahiran Gianyar, 11 Februari 1971. Alamat Jalan H. Takwa, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat. Berstatus sebagai karyawan swasta,” ujar AKP Diatmika dikonfirmasi pada Selasa (4/2/2025) siang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan itu, Sat Reskrim Polres Buleleng kemudian melakukan penyelidikan. Polisi juga berhasil menemui salah satu keluarga korban, yang membenarkan identitas sesuai e-KTP identik.
”Hari ini pihak keluarga dari Gianyar mengecek ke Singaraja. Untuk indikasi pembunuhan, masih belum bisa dipastikan. Kami masih melakukan penyelidikan,” lanjut Kasi Humas Polres Buleleng.
Sebelumnya, masyarakat Buleleng dan pengguna Jalan Raya Singaraja-Denpasar dihebohkan dengan penemuan mayat pria, pada Senin (3/2/2025) sekitar pukul 14.00 Wita. Posisi mayat tersebut tersangkut di pohon yang berada di bawah jalan raya.
Meski tim medis menyebut tidak ada tanda kekerasan pada mayat tersebut, namun diungkapkan bahwa terdapat lebam pada punggung dan pinggang bawah, pergeseran bahu kiri, wajah tampak bengkak, hidung dan mulut sedikit hancur, telinga dan hidung keluar cairan, bahkan dari mulutnya keluar darah kehitaman.
Saat ini, mayat Pancasari yang telah teridentifikasi itu masih dititipkan di Ruang Jenazah RSUD Buleleng. Sembari menunggu pihak keluarga, juga langkah lebih lanjut dari kepolisian. [*]
Editor : Hari Puspita