Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Malam-Malam Kebanjiran, Warga di Kelurahan Seririt, Buleleng, Dievakuasi

Francelino Junior • Senin, 17 Februari 2025 | 15:54 WIB
MENGAGETKAN: Sejumlah petugas mengevakuasi terhadap warga di Kelurahan Seririt yang terdampak banjir. (Foto: BPBD Buleleng untuk Radar Bali)
MENGAGETKAN: Sejumlah petugas mengevakuasi terhadap warga di Kelurahan Seririt yang terdampak banjir. (Foto: BPBD Buleleng untuk Radar Bali)

SINGARAJARadar Bali .id- Hujan deras yang terjadi di wilayah Kelurahan Seririt, Kabupaten Buleleng ternyata memberikan dampak.

Usai hujan yang mengguyur, sejumlah orang/ kepala keluarga (KK) harus mengungsi untuk sementara waktu, akibat tempat tinggalnya terendam banjir hampir setinggi dada orang dewasa.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, hujan mulai mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (15/2/2025) mulai pukul 22.00 Wita sampai 03.00 Wita. Lebatnya hujan membuat air tidak dapat tertampung di saluran drainase yang ada.

”Banjir karena curah hujan terlalu tinggi. Di samping itu, ada limpahan air dari sungai yang ada di selatan Jalan Ngurah Rai. Ketinggian air mencapai dada orang dewasa, tapi ada juga yang 30-50 centimeter atau lutut orang dewasa,” ujar Lurah Seririt, I Gusti Putu Sugiro dikonfirmasi pada Minggu (16/2/2025) sore.

Banjir yang melanda sejumlah titik di wilayahnya, utamanya di kawasan Jalan Ngurah Rai yang memang sangat terdampak, membuat dua orang warga di sana harus dievakuasi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, Polsek Seririt, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng, hingga Kantor Lurah Seririt melakukan penyelamatan.

Hal ini dilakukan, sebab di tempat evakuasi itu ternyata tinggi air mencapai dada orang dewasa. Tingginya genangan air juga ditakutkan memunculkan masalah baru, yakni kabel korsleting yang malah membahayakan banyak pihak.

Diungkapkannya, beberapa titik di wilayah Kelurahan Seririt kerap menjadi langganan banjir. Utamanya saat curah hujan yang tinggi. Bahkan Jalan Sudirman di depan Lapangan Umum Seririt juga macet parah, akibat kendaraan tidak bisa melintas karena banjir.

Pihaknya pun belum dapat berbuat banyak, untuk penanganan pasca banjir. Namun tetap melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait. 

”Dua orang ini dievakuasi ke tempat lebih aman, karena lokasinya terdampak sekali. Karena Jalan Ngurah Rai memang sering kena banjir, sebab lebih rendah dari sungai yang ada di selatannya,” lanjut Sugiro.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Buleleng, Ketut Yudistira menyebut ada 47 KK yang terdampak genangan banjir di wilayah Seririt. Katanya, ada lima KK yang kategori terdampak parah.

Disampaikan Yudistira, ketinggian banjir di sana berkisar 50 centimeter, yang terjadi di lima KK yang terdampak parah. 

”Di sana (lokasi 5 KK) hampir tiap tahun selalu kena genangan banjir. Apalagi hujan deras dari Sabtu malam sampai Minggu dini hari. Jadinya air masuk ke rumah warga,” jelasnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#banjir #buleleng #seririt