Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

PDHI Sterilkan Puluhan Anjing untuk Kendalikan Populasi, Ini Pertimbangannya

Hari Puspita • Senin, 17 Maret 2025 | 21:25 WIB
DISTERIL: Petugas medis tengah menangani salah satu anjing yang hendak disterilisasi untuk mengendalikan populasi anjing liar. (francelino junior/radar bali)
DISTERIL: Petugas medis tengah menangani salah satu anjing yang hendak disterilisasi untuk mengendalikan populasi anjing liar. (francelino junior/radar bali)


SINGARAJARadar Bali.id - Dalam rangka mencegah terjadinya penyebaran virus rabies hingga ke manusia, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Buleleng mensterilisasi puluhan anjing di Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng selama dua hari. Setidaknya dengan sterilisasi, membuat populasi anjing dapat dikendalikan.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bali, sterilisasi ini dilakukan di Balai Banjar Gambuh, Desa Selat pada Minggu (16/3/2025) siang. Kegiatan ini juga telah dilakukan pada Sabtu (15/3/2025) di lokasi yang sama.

Masyarakat sekitar datang silih berganti membawa anjing piaraannya, yang berasal dari berbagai ras. Tidak hanya datang sendiri, tim PDHI Buleleng juga menjemput anjing-anjing liar di sekitar untuk disterilkan.

Dalam prakteknya, pada hari pertama tercatat ada 45 ekor anjing yang disterilkan. Sedangkan pada hari kedua diketahui mencapai 40 ekor anjing yang juga disasar sterilisasi. Terlibat juga dalam kegiatan ini, sebanyak 12 orang dokter hewan. Jumlah dokter juga menyesuaikan dengan populasi anjing yang ada.

”Ini salah satu cara mengontrol populasi, sebab kalau tidak dikontrol akan menjadi liar dan kemungkinan besar terinfeksi rabies,” ujar Ketua PDHI Korwil Buleleng, drh. Kadek Falsa Putra.

Rabies memang menjadi ancaman yang serius, sebab sifat penyakit tersebut yang membahayakan. Selaku dokter hewan, PDHI Buleleng berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya memelihara anjing. Sebab dalam prakteknya, memelihara anjing harus didasari dengan rasa sayang. 

Dengan begitu, maka kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan anjing, akan mulai terpupuk. Maka pemilik anjing akan rutin memberikan vaksin kepada piaraannya. Begitu juga tidak melepas liarkannya begitu saja. Tentu ini juga menjadi tanggung jawab dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng.

”Rabies di Buleleng masih terus terjadi. Jadi masyarakat harus sadar dengan menjaga hewan peliharaannya, agar tidak diliarkan. Serta harus divaksin secara lengkap dengan vaksinasi rabies,” lanjut dr. Falsa Putra.

Melihat populasi anjing di Buleleng, memang memperhatikan juga dengan demografi yang ada. Sebab Bali utara memang kebanyakan daerah pegunungan, serta wilayah yang pelosok. Sehingga sosialisasi penting dilakukan ke masyarakat oleh pemerintah, mengenai pentingnya menjaga anjing peliharaan.

Karena sterilisasi, lanjut dr. Falsa Putra, bukanlah program utama. Karena yang utama adalah kesadaran masyarakat dalam memelihara anjing, agar tidak dilepas liarkan begitu saja. Yang kedua adalah vaksinasi, sementara kontrol populasi adalah opsi ketiga.

”Eliminasi juga pilihan paling terakhir, apabila anjing sudah tersuspek rabies, lalu betul-betul liar, agresif, dan membahayakan manusia,” pungkasnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#sterilisasi #rabies #PDHI #buleleng