Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mengikuti Prosesi Mapepada di Desa Adat Buleleng: Hewan Sarana Tawur Kesanga Disucikan Jelang Nyepi

Francelino Junior • Jumat, 28 Maret 2025 | 18:25 WIB

 

TUNTASKAN RITUAL : Prosesi upacara mapepada yang digelar Desa Adat Buleleng untuk menyucikan hewan yang akan digunakan sebagai sarana tawur kesanga.(francelino junior)
TUNTASKAN RITUAL : Prosesi upacara mapepada yang digelar Desa Adat Buleleng untuk menyucikan hewan yang akan digunakan sebagai sarana tawur kesanga.(francelino junior)

Ini sudah menjadi bagian dari ritual adat setempat. Desa Adat Buleleng menggelar upacara mapepada ini untuk membersihkan hewan yang akan digunakan sebagai sarana upacara, dalam pecaruan Tawur Labuh Gentuh di Catus Pata Desa Adat Buleleng. Upacara ini digelar pada Kamis (27/3/2025) di Pura Desa Adat Buleleng.

SEGALA keperluan sudah disiapkan. Dari pantauan Jawa Pos Radar Bali, sejumlah hewan yang akan disucikan sudah berada di areal Pura Desa Adat Buleleng.

Yakni anak sapi atau godel, kambing, babi, anjing, angsa, ayam, itik, dan sejumlah hewan lainnya. Pada Nyepi 1947, Banjar Adat Kampung Baru dipercayakan bertugas ngewalung, atau bertanggung jawab atas pelaksanaan upacara ini.

Sedangkan yang memimpin upacara ini adalah Sulinggih Ida Pandita Mpu Dwi Dharma Wijaya Kusuma Nanda dari Griya Dwipa Shanti Paramita.

Berdasar lontar Bama Kerti dan Ciwa Gama, mapepada merupakan rangkaian upacara untuk membersihkan sarana upacara berupa hewan yang akan dimanfaatkan untuk tawur kesanga. Ini juga sebagai upaya untuk mengharmoniskan bhuwana alit dan bhuwana agung.

”Tradisi ini tujuannya menyucikan hewan yang akan menjadi sarana dalam Tawur Kesanga. Nanti Banjar Adat Kampung Baru yang bertugas membuat banten pecaruan,” ujar Nyoman Sutrisna, Kelian Desa Adat Buleleng kepada Jawa Pos Radar Bali.


21 hewan yang telah disucikan tersebut kemudian dibawa mengelilingi areal pura sebanyak tiga kali. Setelah itu dibawa menuju ke ke Catus Pata Desa Adat Buleleng, yang berada di perempatan antara Jalan Veteran, Jalan Gajah Mada, Jalan Mayor Metra, dan Jalan Gunung Semeru. Setelah itu dibawa ke Banjar Adat Kampung Baru, untuk urusan pemotongan dan pengolahan hewan untuk sarana upacara.


”Untuk kali ini, kami gunakan tingkatan banten tawur utama madya. Mudah-mudahan bisa jadi evaluasi agar dapat lakukan tawur agung di tahun depan,” tambahnya.


Sutrisna melanjutkan, upacara Tawur Kesanga akan dilaksanakan pada Jumat (28/3) pagi di Catus Pata Desa Adat Buleleng, yang akan dipimpin oleh Ida Sri Bhagawan Rama Sogata dari Griya Dalem Cili, Ularan, Sukasada; Ida Bhujangga Rsi Waisnawa Kemenuh dari Griya Taman Wangining Desa Temukus, dan Ida Pedanda Duangga Purdasa Kemenuh dari Griya Weda Purana, 


Kemudian Ida Pandita Mpu Ratangkara Bayu Segara Gni Andan Wijaya Natha dari Griya Taman Aswameda Ashrama Penarukan, serta Ida Rsi Agung Dwija Bhara Dwaja dari Griya Taman Tunjung Patemon. [*]

Editor : Hari Puspita
#tawur kesanga #ritual #pecaruan #jelang Nyepi #buleleng