Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

PMI Meninggal di Amerika, Keluarga di Buleleng Harapkan Jenazah Kadek Melly Cepat Dipulangkan

Francelino Junior • Jumat, 4 April 2025 | 17:09 WIB
INGINKAN PEMULANGAN : Dari kiri Kadek Wandika ayah Melly, tengah Perbekel Desa Bontihing, I Gede Pawata, kanan Komang Sudarmi ibu korban.(foto francelino junior)
INGINKAN PEMULANGAN : Dari kiri Kadek Wandika ayah Melly, tengah Perbekel Desa Bontihing, I Gede Pawata, kanan Komang Sudarmi ibu korban.(foto francelino junior)

SINGARAJARadar Bali.id - Keluarga berharap agar jenazah Kadek Melly Mudiani, 23, wanita asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng agar segera dipulangkan ke Bali dari Amerika Serikat.

Hal ini menjadi permintaan, agar anak kedua dari pasangan Ketut Wandika, 53, dan Komang Sudarmi, 46, dapat dilakukan upacara Hindu.

Hal ini disampaikan Wandika kepada Jawa Pos Radar Bali, ketika ditemui di rumahnya pada Kamis (3/4/2025) pagi. Tampak sejumlah aktivitas di sana, terlebih kedatangan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra kesana, yang kebetulan juga desa asalnya di Bontihing.

Melly diketahui terlibat kecelakaan mobil di Jalan St. Claude, New Orleans pada Sabtu (29/3/2025) pukul 06.19 pagi waktu setempat. Diketahui kecelakaan ini melibatkan dua mobil. Awalnya sebuah mobil yang dikemudikan oleh Amindio Castillo Aguilera, 21, melaju dengan kecepatan tinggi di Jalan St. Claude. Kemudian menabrak besi pembatas jalan di dekat persimpangan Jalan St. Claude dengan Jalan Sister.

Tak sampai disitu, mobil tersebut lalu menabrak mobil yang ditumpangi oleh Melly. Saat itu wanita asal Buleleng tersebut dilaporkan duduk di kursi penumpang. Dikabarkan, kerasnya benturan membuat Melly terlempar keluar dan dinyatakan tewas di tempat. Sedangkan Amindo Castillo sudah ditangkap kepolisian New Orleans.

”Urusan kepulangan anak saya dihitung mulai hari ini (Kamis), sekitar tujuh sampai sepuluh hari kedepan. Tentu kami harap segera dipulangkan jenazahnya, agar bisa dilakukan seremoni Hindu,” ujar Wandika.

Ayah Melly mengaku baru saja berkomunikasi dengan Federal Bureau of Investigation (FBI). Komunikasi dilakukan pada malam hingga dini hari, mengingat perbedaan waktu yang ada. Komunikasi dengan FBI dalam rangka penyampaian perkembangan peristiwa kecelakaan yang menimpa anaknya. 

Penyampaian informasi ini juga dibantu agen Melly. Mereka yang memberi kabar ke keluarga, mengenai permintaan konfirmasi dari FBI dan pengacara di Amerika Serikat.

Bersamaan dengan itu juga, badan investigasi di Amerika Serikat tersebut menunjukkan sejumlah bukti yang berkaitan dengan identitas Melly. Ada satu bukti fisik berupa sebuah tas, yang melekat pada tubuh wanita berusia 23 tahun itu. Bukti itu diperlihatkan tim medis setempat didampingi FBI.

Wandika awalnya tidak mengetahui tas tersebut milik anaknya, namun teman satu apartemen Melly mengenali tas tersebut dan membenarkan. Setelah dibuka, di dalamnya ada paspor, identias, dua kartu ATM, dan uang dollar Amerika. Bukti tersebut ditunjukkan ke keluarga Melly.

”Di sana (Amerika Serikat) masih proses penyelidikan. Saya tanya kepastian pemulangan jenazah Melly untuk upacara, mereka belum berani memastikan. Saya juga belum diperbolehkan melihat Melly. Informasi FBI, ada temannya yang selamat satu orang,” lanjutnya.

Diceritakannya, Melly sudah berada di Amerika Serikat selama empat bulan, sejak berangkat pada Rabu, 27 November 2024. Ia memang berencana magang selama setahun di salah satu perusahaan pariwisata di negeri Paman Sam.


Komunikasi terakhir antara Melly dan orang tuanya terjadi pada Jumat (28/3) saat pengerupukan. Saat itu, wanita yang pernah mengenyam pendidikan hotel management itu, meminta video pawai ogoh-ogoh di Desa Bontihing, juga yang ada di Kota Denpasar. Komunikasi saat itu hanya membicarakan seputar ogoh-ogoh.


Sementara itu, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengatakan Pemerintah Kabupaten Buleleng juga turut mengupayakan pemulangan jenazah wanita asal Desa Bontihing itu. Yakni dengan melakukan kontak ke KBRI di Amerika Serikat, juga melalui Dinas Tenaga Kerja Buleleng.


Senada dengan pihak keluarga, Sutjidra mengharapkan jenazah Melly dapat segera dipulangkan. Saat ini FBI tengah melakukan otopsi dan menunggu hasilnya. Sehingga estimasi sepuluh hari kemudian jenazah dapat dipulangkan.


”Kami usahakan bantu urus administrasi, juga Pemkab Buleleng urunan. Mudah-mudahan segera bisa dipulangkan sesuai permintaan keluarga,” jawabnya kepada Jawa Pos Radar Bali. (jun)

Editor : Hari Puspita
#pemulangan jenazah #pmi #amerika serikat #pekerja migran #buleleng