SINGARAJA, radarbali.jawapos.com - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Buleleng bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan menyelenggarakan acara Dialog Kebangsaan dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno Tahun 2025 yang bertajuk, “Modernisasi Kepribadian dalam Kebudayaan: Penjajahan Gaya Baru?”di Aula Rektorat IAHN Mpu Kuturan Minggu (15/6/2025).
Perayaan Bulan Bung Karno sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 19 Tahun 2019 Tentang Bulan Bung Karno di Provinsi Bali
Hadir Anggota DPR RI sekaligus Alumni GMNI, I Ketut Kariyasa Adnyana, sebagai keynote speaker. Dialog tersebut menghadirkan narasumber yang mewakili berbagai perspektif, yakni Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng, Ida Bagus Nyoman Dedy Andiwinata, dan Ketua Forum Keterbukaan Informasi Publik (ForKIP) Bali, I Made Iwan Dewantama.
Dalam paparan diskusi tersebut Anggota DPR RI Kariyasa, membicarakan tentang Bangsa Indonesia tidak boleh kehilangan jati diri dalam modernisasi.
Sebab, situasi hari ini benar-benar dijajah kembali melalui ruang- ruang kehidupan yang tidak disangka, masuknya penjajahan ke dalam budaya masyarakat seperti budaya pop global masuk memengaruhi cara berpikir.
Ekonomi digital yang dikendalikan asing yang melemahkan ekonomi lokal, lalu pendidikan yang tidak berakar pada nilai kebangsaan.
Modernisasi tidak dapat hindari, jangan sampai westernisasi mengubah jati diri kita sebagai bangsa indonesia.
”Oleh karena itu, pentingnya generasi muda dalam menjaga, mengembangkan dan melestarikan budaya kita" kata Kariyasa Adnyana dalam dialog tersebut.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Buleleng, I Kadek Pradhita Ciwa Radhitya, menyampaikan dialog kebangsaan ini menjadi salah satu momentum bagi anak anak muda khususnya di Bali Utara untuk dapat berkumpul dan berdiskusi dalam peringatan semarak bulan Bung Karno tahun ini.
Tidak hanya sekadar dialog maupun diskusi, tapi juga ada penberian buku Sukarno kepada peserta yang bertanya.”Bagi yang bertanya diberikan buku Sukarno,” kata Pradhita.
Lebih lanjut Praditha mengatakan, pembahasan dialog tersebut soal ide bung karno salah satu poin dari Tri Sakti Bung Karno.
”Berkepribadian dalam kebudayaan ia pun menegaskan untuk melanjutkan perjuangan Bung Karno diskusi-diskusi seperti ini penting adanya untuk dilaksanakan dan tentunya akan menjadi sebuah perangsang bagi kaum muda untuk tetap peduli dengan bangsa ini,” ucapnya.
Acara ini dihadiri oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Bali, I Putu Chandra Riantama, ratusan peserta dari berbagai elemen mahasiswa, organisasi kepemudaan, serta tokoh masyarakat. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa semangat Bung Karno dalam perjuangannya masih tetap mengalir di dalam semangat kaum-kaum muda di jaman sekarang.***
Editor : M.Ridwan