Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sisi Lain Dampak Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk yang Ambles (4) : Seminggu Pengalihan Jalur, Andalkan Google Maps, Lakalantas Meningkat

Francelino Junior • Senin, 14 Juli 2025 | 17:00 WIB
BENAR-BENAR MENYENGSARAKAN SOPIR TRUK : Salah satu lakalantas selama pengalihan arus ke Jalan Raya Singaraja-Denpasar. (Foto: Polres Buleleng untuk Radar Bali)
BENAR-BENAR MENYENGSARAKAN SOPIR TRUK : Salah satu lakalantas selama pengalihan arus ke Jalan Raya Singaraja-Denpasar. (Foto: Polres Buleleng untuk Radar Bali)

Berat, berat. Seminggu berlangsung pengalihan jalur kendaraan besar ke jalur Singaraja-Denpasar, utamanya di wilayah Buleleng, ternyata banyak terjadi kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Ini karena banyak sopir-sopir kendaraan berat yang memang asing dengan jalan tersebut.

PERLU solusi yang bijak, jernih, cerdas dan tegas. Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP Bachtiar Arifin mengatakan, selama pengalihan arus dari Denpasar-Gilimanuk akibat amblesnya jalan di wilayah Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan Senin (7/7/2025), hanya ada dua laporan laka lantas out of control (OC).

Sedangkan ramai di media sosial yang menampilkan berbagai peristiwa di Jalan Raya Singaraja-Denpasar, terutama di jalur Singaraja-Wanagiri, yang hampir setiap hari menjadi.

”Laporan hanya ada dua. Sedangkan kecelakaan lainnya tidak dilaporkan ke polisi, karena langsung ditangani dan kendaraan melanjutkan perjalanan,” ujarnya pada Minggu (13/7/2025).

Adapun dua laka lantas yang dilaporkan ke polisi yakni terjadi pada Jumat (11/7/2025) sekitar pukul 12.30 Wita melibatkan truk dengan nomor polisi (nopol) S 9445 NF yang dikemudikan oleh Agus Sabariman, 49, warga asal Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Truk yang mengangkut baja ringan itu masuk jurang, akibat tak kuat menanjak, di Jalan Singaraja-Sambangan wilayah Lingkungan Sangket, Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada. Diketahui sopir mengikuti arahan Google Maps.
Ada juga kecelakaan yang terjadi wilayah Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada yang melibatkan truk nopol DK 8744 GV yang dikemudikan Muhayit, 65, warga Kabupaten Situbondo, Jawa Timur pada Selasa (8/7/2025) sekitar pukul 11.15 Wita. Truk tersebut terguling di pinggir Jalan Raya Singaraja-Denpasar KM 22, akibat rem blong di jalan menurun hingga menabrak tebing dan terguling. 

”Menyikapi peristiwa yang ada, kami sarankan kendaraan sumbu tiga keatas, untuk memindahkan muatannya ke kendaraan lebih kecil, agar lebih fleksibel saat melintas jalur Gitgit,” harap AKP Bachtiar.

Dilanjutkannya, Satlantas Polres Buleleng telah melakukan penyekatan pada beberapa titik. Seperti di depan Pasar Banyuasri, seputar Kota Singaraja, Tugu Tiga, dan Terminal Sangket. Himbauan juga diberikan agar kendaraan besar tidak melintasi jalur Gitgit, sebab medannya membahayakan bagi kendaraan sumbu tiga keatas. Apalagi bagi kendaraan yang memang tidak terbiasa melintasi jalan tersebut.

Sebab jika tidak terbiasa dengan medan jalur Singaraja-Wanagiri, apalagi dengan ruas jalan yang kecil dan tikungan tajam, berpotensi menyebabkan kendaraan mogok, as patah, hingga terjadinya laka lantas. Sehingga diarahkan agar dapat melewati jalur Singaraja-Amlapura, meski jauh tapi aman.

”Termasuk bus besar, kami imbau juga agar tidak menggunakan jalur Gitgit,” tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#Google Maps #jalan ambles #truk logistik #pengalihan jalan #buleleng