Bulfest 2025 Angkat Tema tentang Topeng, Ini Penjelasannya

Francelino Junior • Dipublikasikan Jumat, 1 Agustus 2025 | 04:15 WIB
BEBER TEMA TOPENG : Jumpa pers Bulfest 2025.Festival ini kembali digelar, setelah vakum sekian lamanya. (Foto: Pemkab Buleleng untuk Radar Bali)
BEBER TEMA TOPENG : Jumpa pers Bulfest 2025.Festival ini kembali digelar, setelah vakum sekian lamanya. (Foto: Pemkab Buleleng untuk Radar Bali)

 

SINGARAJARadar Bali.id - Setelah vakum enam tahun atau terakhir kali pada 2019, Buleleng Festival (Bulfest) kembali digelar di tahun 2025.

Pada gelaran ini, diangkat tema The Mask History of Buleleng, mengenai kekayaan topeng di Bali utara. Festival ini akan terlaksana pada Senin (18/8/2025) sampai Sabtu (23/8/2025) yang berpusat di kawasan Tugu Singa Ambara Raja.

Ketua Panitia Bulfest 2025, Gede Suyasa yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng mengatakan, tema topeng diangkat karena kekayaan budaya Buleleng yakni topeng.

Dengan kata lain, mengenalkan kembali sejarah topeng, yang tidak hanya sebagai media seni pertunjukan, tetapi juga sebagai representasi identitas, spiritualitas, dan peradaban leluhur dengan Topeng Wayang Wong Tejakula sebagai ikon kesenian Topeng di Kabupaten Buleleng.

Apalagi Buleleng pernah menjadi tuan rumah agenda topeng internasional yakni IMACO. Saat itu, semua jenis topeng dipamerkan, sekaligus menjadi ajang promosi seni dan budaya Bali utara.

”Setelah lama tidak digelar, Bulfest kembali dilaksanakan selama enam hari. Akan ada penampilan tari magerumbungan kolosal sebanyak 250 orang,” ujar Suyasa dalam jumpa pers Bulfest 2025 pada Rabu (30/7/2025) siang.

Dalam pelaksanaannya, Bulfest akan terbagi dalam lima zona. Zona A sebagai panggung utama adalah kawasan Tugu Singa Ambara Raja. Zona B adalah Wantilan Sasana Budaya. Zona C adalah Pura Kanginan Singaraja. Zona D adalah RTH Rumah Jabatan Bupati Buleleng. Zona E adalah Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Buleleng. 

Zona F adalah Jalan Veteran Singaraja. Zona G adalah Jalan Pahlawan Singaraja. Zona H adalah belakang panggung utama dan jalan menuju RS Pantisila. Zona I adalah Kantor DPRD Buleleng. Terakhir Zona J adalah Gedung Wanita Laksma Graha.

”Mulai dari pengisi acara di panggung utama, stand kuliner hingga kriya kena kurasi. Tapi tiap kecamatan, wajib menampilkan ciri khas kuliner maupun seni. Nanti Satpol PP akan tindak pedagang yang nyelonong masuk tanpa izin,” tegas Sekda Suyasa.

Baca Juga: Bulfest Sajikan Baleganjur Massal

Selain itu, selama Bulfest 2025 berlangsung, pengelolaan sampah akan dilakukan pada hari itu juga. Sehingga tidak terjadi penumpukan yang parah. Untuk sampah non organik akan dikirim ke BSI, lalu disebarkan ke sejumlah komunitas daur ulang. Sedangkan yang organik, akan dibawa ke komposting Jagaraga.

Sehingga tujuan festival ini untuk memperkuat identitas budaya daerah, hingga meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhur, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah, serta mendorong berkembangnya pariwisata budaya dapat berjalan.

”Rencananya akan hadir Wamenpar RI dan Gubernur Bali. Ada artis nasional dan lokal juga, sedang dijajaki. Kepala OPD diwajibkan beli topeng, sebagai bentuk dukungan terhadap karya seni,” tandas ketua panitia Bulfest 2025. [*]

 

 

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
bulfest sejarah seni budaya buleleng festival