Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mengenang Jejak Cinta dan Sejarah di Tanah Kelahiran Ibunda Bung Karno: Kini Dikenang dengan Parade Puisi di Rumah Kos Ayah Proklamator

Francelino Junior • Minggu, 17 Agustus 2025 | 16:45 WIB
MENGENANG SEJARAH LAMA : Parade puisi di rumah kos Raden Soekemi, ayah Bung Karno di Jalan Gunung Batur, Kelurahan Paket Agung, Kecamatan Buleleng.(francelino junior)
MENGENANG SEJARAH LAMA : Parade puisi di rumah kos Raden Soekemi, ayah Bung Karno di Jalan Gunung Batur, Kelurahan Paket Agung, Kecamatan Buleleng.(francelino junior)

 

Memperingatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Buleleng tahun ini terasa berbeda. Pada Jumat (15/8/2025) malam, suasana haru dan khidmat menyelimuti sebuah rumah sederhana di Jalan Gunung Batur Nomor 1, Kelurahan Paket Agung, Kecamatan Buleleng.

INI memang bukan sembarang rumah. Karena di tempat inilah, yang dulunya merupakan rumah kos Raden Soekemi Sosrodihardjo, ayah dari Proklamator kita, Bung Karno, sebuah parade puisi bersejarah digelar.

Dengan tajuk "Mengembalikan Ingatan Sejarah Lewat Suara Sastra", acara ini menjadi yang pertama kali diadakan di lokasi yang penuh makna tersebut.

Lokasi ini tidak hanya menjadi saksi bisu perjalanan Raden Soekemi, seorang guru di sekolah yang kini dikenal sebagai SDN 1 Paket Agung, tetapi juga menjadi tempat berseminya cinta antara beliau dan Nyoman Rai Srimben, perempuan Buleleng yang kelak menjadi ibunda Bung Karno.

Di bawah rindangnya pohon belimbing, tempat di mana ari-ari kakak Bung Karno ditanam, sejumlah tokoh masyarakat hadir dan membacakan puisi karya mereka sendiri, seolah menyatukan kembali masa lalu dengan masa kini melalui bait-bait kata.

Buleleng, Titik Nol Sejarah Bangsa

"Selama ini banyak yang hanya mengenal Nyoman Rai Srimben, padahal Raden Soekemi juga bagian penting dari sejarah," ungkap I Ketut Wiratmaja, Ketua Panitia Parade Puisi. "Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan kembali bahwa Buleleng memiliki jejak penting dalam perjalanan bangsa."

Parade puisi ini bukan sekadar perayaan, melainkan juga sebuah gaung untuk menata kembali kawasan bersejarah di Kota Singaraja. Wacana penataan ini mencakup Taman Bung Karno, Bale Agung, rumah kos Raden Soekemi, hingga Kantor Bupati Buleleng.

Seluruh jalur ini diharapkan menjadi "titik nol" sejarah Kabupaten Buleleng yang dapat dikenang dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Baca Juga: Ibunda Soekarno Rai Srimben di Panggung Teater, Begini Kisahnya…

Mendukung gagasan tersebut, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, bahkan mengusulkan perubahan nama Jalan Gunung Batur menjadi Jalan Rai Srimben.

 "Kalau memang memungkinkan, prosesnya seperti apa, bila perlu jalan Gunung Batur ini ganti saja namanya menjadi Jalan Rai Srimben. Supaya ada jejak sejarah dari keberadaan tempat ini," tegasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kesadaran akan pentingnya sejarah tidak harus selalu dimulai dari pemerintah. Inisiatif yang lahir dari gotong royong masyarakat ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam menyambut kemerdekaan, sekaligus memastikan bahwa jejak-jejak masa lalu yang berharga tidak akan pernah terlupakan. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#proklamator #bung karno #Raden Soekemi Sosrodihardjo #buleleng