Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Saat Bali Pusing Mengurus Sampah, Buleleng Gandeng Jepang Atasi Masalah di TPA Bengkala

Francelino Junior • Rabu, 20 Agustus 2025 | 16:25 WIB
KERJASAMA DENGAN JEPANG: Kesibukan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bengkala, Kubutambahan, Buleleng. (francelino junior)
KERJASAMA DENGAN JEPANG: Kesibukan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bengkala, Kubutambahan, Buleleng. (francelino junior)

RadarBali.id– Kabupaten Buleleng selangkah lebih maju dalam mengatasi masalah sampah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng sedang mengkaji proposal kerja sama dari Jepang untuk pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bengkala, Kecamatan Kubutambahan.

Kerjasama ini dinilai sangat menarik, mengingat Buleleng adalah wilayah terluas di Bali yang hanya memiliki satu TPA.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyatakan bahwa proposal tersebut sedang dipelajari secara mendalam. "Ada proposal kerjasama dari Jepang, sedang kami pelajari, (proposal) ada di Bappeda Buleleng. Kerjasama dalam bentuk pengelolaan sampah," ujar Sutjidra.

TPA Bengkala Terancam Overload, Butuh Solusi Cepat

TPA Bengkala yang memiliki luas total delapan hektare, terdiri dari lima blok dengan daya tampung yang bervariasi. Namun, dengan total sampah yang masuk mencapai 675.025 ton dari tahun 2021 hingga 2024, TPA ini terancam kelebihan kapasitas.

 Data dari Dinas Lingkungan Hidup Buleleng menunjukkan bahwa sampah yang masuk didominasi oleh sampah perkotaan, yang jumlahnya mencapai 516,671 ton dalam periode yang sama.

Untuk itu, Pemkab Buleleng berencana untuk segera mendatangkan pihak Jepang untuk berdiskusi lebih lanjut tentang teknologi dan metode pengelolaan sampah yang efektif.

Sutjidra berharap kerja sama ini dapat memberikan solusi permanen agar TPA Bengkala tidak menjadi masalah baru di masa depan. "Apakah pakai alat atau apa, nanti (pengelolaannya kalau jadi) mereka yang tahu," lanjutnya.

Menimbang Penggunaan Teknologi Incinerator

Terkait wacana penggunaan incinerator atau alat pembakar sampah, Sutjidra mengaku masih menunggu regulasi dan izin yang jelas. Ia menekankan bahwa banyak aspek yang harus diperhatikan, terutama dampak lingkungan dan lokasi pembangunan yang harus jauh dari pemukiman warga. Jika aturan dan izin sudah ada, Pemkab Buleleng siap mengaplikasikan teknologi tersebut di TPA Bengkala. "Kalau aturan dan izin sudah ada, kami juga mau pakai. Tetapi harus jauh dari pemukiman dan pasti dibangun di TPA Bengkala," tegasnya.[*]

 

 

Editor : Hari Puspita
#Kerjasama antar negara #sampah #tpa #buleleng