BULELENG, Radar Bali.id- Meskipun wilayah lain di Bali sedang dilanda cuaca buruk hingga menyebabkan bencana, Kabupaten Buleleng tampak tidak terdampak.
Aktivitas masyarakat pun tetap berjalan normal, bahkan bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi. Namun, kondisi cuaca di Bali utara ini tidak bisa dianggap remeh.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. Pasalnya, cuaca di Buleleng tidak menentu; terkadang cerah di pagi hari, lalu tiba-tiba mendung dan hujan, meskipun hanya ringan.
Menurut analisis BMKG, perubahan cuaca ekstrem ini terjadi akibat aktifnya gelombang ekuatorial Rossby yang memicu pembentukan awan konvektif. Gelombang ini berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai petir dalam beberapa hari ke depan.
"Secara normal, Agustus-September seharusnya puncak musim kemarau," kata Ariadi.
BPBD mencatat intensitas hujan di Buleleng cenderung ringan hingga sedang, meskipun wilayah dataran tinggi seperti Pancasari dan Munduk mengalami hujan cukup deras. Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops), hingga saat ini belum ada laporan musibah.
Baca Juga: Ujung Timur Bali Diterjang Banjir dan Longsor, Belasan Bencana Terjadi dalam Dua Hari
Meskipun demikian, BPBD Buleleng berharap tidak ada bencana alam yang terjadi di Bali utara, mengingat seluruh wilayah Buleleng berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir, sesuai data BMKG Bali.[*]
Editor : Hari Puspita