Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Nah! Beredar Desain Bandara Bali Utara, Inspirasi Visual Penyu Raksasa dan Teknologi Adaptif

Francelino Junior • Jumat, 26 September 2025 | 14:45 WIB
GAMBARAN BENTUK BANDARA : Desain Bandara Bali Utara yang resmi diluncurkan. Konsepnya mengambil filosofi Bali, yakni Tri Hita Karana, Bedawang Nala, hingga Bhurloka.(Istimewa)
GAMBARAN BENTUK BANDARA : Desain Bandara Bali Utara yang resmi diluncurkan. Konsepnya mengambil filosofi Bali, yakni Tri Hita Karana, Bedawang Nala, hingga Bhurloka.(Istimewa)

 

Radar Bali.id—Kasak-kusuk, polemik, harapan, wacana, pro kontra, perdebatan, juga mimpi pembangunan Bandara Bali Utara terus bergulir. Yang terbaru adalah  PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) Panji Sakti secara resmi meluncurkan desain final bandara offshore (lepas pantai) tersebut pada Rabu (24/9/2025) malam di kantor PT BIBU.

Desain yang digarap oleh Alien DC ini menawarkan konsep unik, memadukan falsafah Tri Hita Karana dengan teknologi mutakhir. Secara filosofis, rancangan ini mengangkat konsep Bedawang Nala (penyu raksasa) dan Bhurloka yang menjadi representasi budaya Bali.

Berwujud Penyu dan Ramah Lingkungan

Dalam keterangannya, Managing Director Alien DC, Hardyanthony Wiratama, menjelaskan bahwa konsep Bedawang Nala menjadi penyangga dan Bhurloka sebagai inti bandara. Secara visual, bangunan bandara dirancang minimalis menyerupai bentuk penyu.

TAMPAK ATAS : Desain Bandara Bali Utara, Buleleng. (istimewa)
TAMPAK ATAS : Desain Bandara Bali Utara, Buleleng. (istimewa)

"Kami tidak hanya menerjemahkan hubungan antara Tuhan, alam, dan manusia, tetapi juga menjadikannya ramah lingkungan, budaya, dan teknologi," ujar Hardyanthony.

Desain ini memastikan bandara berfungsi efektif dan efisien layaknya bandara internasional. Salah satu fitur teknologi adaptif yang diunggulkan adalah atap bandara yang bisa menyesuaikan kondisi cuaca. Misalnya, kaca sealing dapat menyesuaikan suhu saat panas, dan juga mampu meredam suara hujan (akustik).

Area penyangga atau transit bandara juga dirancang untuk menghubungkan fasilitas umum seperti LRT, bus, hingga area outdoor yang dapat berfungsi sebagai tempat kesenian, seperti pementasan Tari Kecak.

Baca Juga: Tokoh Puri se-Bali Berkumpul, Desak Presiden Prabowo Segera Bangun Bandara Bali Utara, Berikut Ini Alasannya

Siap Layani Jumbo Jet dan Restorasi Abrasi

Bandara Bali Utara diproyeksikan menjadi hub penerbangan besar dengan spesifikasi yang mumpuni:

Menariknya, lokasi pembangunan bandara di lepas pantai Kubutambahan, Buleleng, disebut tidak akan melakukan reklamasi, melainkan restorasi daratan yang terkena abrasi.

"Pantai di sekitar lokasi terkena abrasi lima sampai sepuluh meter setiap tahunnya. Karena ini adalah daratan yang hilang, kami lakukan restore, bukan reklamasi," jelas pihak pengembang, menambahkan bahwa hal ini akan dilakukan dengan teknologi terbarukan.

Target Groundbreaking Semakin Dekat

Peluncuran desain ini memberikan sinyal kuat bahwa proyek Bandara Bali Utara siap dieksekusi.

Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo, CEO PT BIBU Panji Sakti, menyatakan optimisme terkait tahap berikutnya.

"Peluncuran desain bandara menunjukkan bahwa kami makin ke sini makin siap, ready. Mudah-mudahan satu sampai dua bulan ke depan sudah bisa groundbreaking (peletakan batu pertama)," tandas Erwanto. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#desain #bandara buleleng #Rancangan #bandara bali utara #buleleng