Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dana BKK Badung Berubah, APBD Buleleng 2026 Dipaksa Efisiensi untuk Infrastruktur

Francelino Junior • Rabu, 19 November 2025 | 16:25 WIB
ilustrasi efisiensi penggunaan dana daerah. (dok. Radar Bali)
ilustrasi efisiensi penggunaan dana daerah. (dok. Radar Bali)

SINGARAJA, Radar Bali.id-  Proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buleleng Tahun Anggaran 2026 memasuki babak penyesuaian ketat.

Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Buleleng kini diminta oleh DPRD Buleleng untuk memetakan kembali program prioritas mereka.

Permintaan ini muncul sebagai dampak dari adanya perubahan alokasi dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Kabupaten Badung, yang selama ini menjadi salah satu sumber pendanaan penting bagi pembangunan di Buleleng.

Fiskal Daerah Menyesuaikan Diri

Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Wayan Masdana, menegaskan bahwa penyesuaian ini krusial untuk memastikan seluruh program 2026 tersusun secara realistis dan sesuai dengan kemampuan fiskal daerah.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh perencanaan program OPD dilakukan secara matang dan dapat dipertanggungjawabkan. Terutama dalam kondisi fiskal yang mengalami penyesuaian,” ujar Masdana pada Selasa (18/11/2025).

Komisi II meminta mitra kerjanya untuk melakukan penajaman program dengan mempertimbangkan urgensi, manfaat, dan kesiapan teknis. Harapannya, penyesuaian ini dapat memperkuat efektivitas penggunaan anggaran dan menjaga kesinambungan pembangunan meskipun terjadi penurunan dukungan dana dari luar daerah.

Dinas PUTR Tinjau Ulang Proyek Fisik

Kondisi fiskal yang berubah ini dilaporkan berdampak langsung pada rencana pembangunan infrastruktur. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng menjadi salah satu OPD yang paling terasa dampaknya. Dinas PUTR kini diwajibkan melakukan peninjauan ulang terhadap sejumlah program fisik untuk menetapkan skala prioritas yang paling tepat.

Sementara itu, beberapa OPD telah memaparkan program prioritas mereka di tengah penyesuaian anggaran:

Masdana menutup dengan menegaskan komitmen Komisi II untuk terus mengawal proses penyusunan APBD 2026. “Kami pastikan [APBD 2026] tetap berpihak pada kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah secara efektif serta berkelanjutan,” tandasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#DANA BKK #efisiensi #pad #pendapatan daerah #dana hibah #anggaran daerah