SINGARAJA, RadarBali.id– Dalam rangka Hari Raya Galungan dan Kuningan, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Buleleng bergerak cepat mengerahkan tim untuk memastikan seluruh daging babi yang beredar di pasaran aman dan sehat.
Langkah antisipatif ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dari risiko konsumsi daging berpenyakit, terutama mengingat tingginya volume konsumsi komoditas ini selama hari raya.
Distan Buleleng memperkirakan bahwa penyaluran daging babi dari pedagang ke masyarakat pada momen hari raya kali ini mencapai enam hingga tujuh ton.
Inspeksi Ketat Melibatkan 27 Dokter Hewan
Kepala Distan Buleleng, Gede Melandrat, menjelaskan bahwa pihaknya telah melibatkan sebanyak 27 dokter hewan yang tersebar di setiap kecamatan. Tim ini telah turun ke lapangan sejak Senin (17/11/2025), melakukan pemeriksaan menyeluruh mulai dari kandang hingga rumah pemotongan hewan (RPH).
Proses pemeriksaan dilakukan dalam dua tahap krusial:
- Ante Mortem (Sebelum Pemotongan): Pemeriksaan kesehatan babi di kandang dan kebersihan lingkungannya.
- Post Mortem (Sesudah Pemotongan): Pemeriksaan mendalam pada daging dan jeroan babi untuk memastikan semuanya memenuhi standar konsumsi dan terbebas dari penyakit hewan.
Hasil Pemeriksaan: Nihil Temuan Penyakit
Kegiatan inspeksi dilanjutkan pada Selasa (18/11/2025) pukul 05.00 Wita, menyasar langsung ke 18 pasar yang tersebar di seluruh Kabupaten Buleleng, termasuk Pasar Anyar.
"Belum ada temuan (babi sakit), karena kami cek dari awal. Kalau ada babi yang sakit, kami larang potong," tegas Melandrat kepada Jawa Pos Radar Bali di Pasar Anyar pada pukul 07.30 Wita.
Melandrat memastikan bahwa upaya pencegahan ini sangat penting untuk menjamin keamanan pangan masyarakat, terutama saat arus distribusi dan transaksi daging babi meningkat drastis.
"Kami pastikan daging di pasar sehat, baik, tidak terjangkit penyakit, baik PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) maupun cacing dalam daging. Ini pencegahan, agar tidak timbulkan masalah pada tubuh manusia," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita