Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dari Aroma Penuh Harapan Kopi Lemukih: Merangkai Identitas Baru Buleleng Sekaligus Mengajak Senyum Petani

Francelino Junior • Minggu, 30 November 2025 | 14:13 WIB
PRIMADONA BULELENG : Penguatan Kopi Lemukih terus didorong melalui upaya-upaya yang dilakukan Distan Buleleng. Salah satunya budidaya. (Foto: Pemkab Buleleng untuk Radar Bali)
PRIMADONA BULELENG : Penguatan Kopi Lemukih terus didorong melalui upaya-upaya yang dilakukan Distan Buleleng. Salah satunya budidaya. (Foto: Pemkab Buleleng untuk Radar Bali)

 

Di balik keindahan alam dan gemuruh air terjunnya, Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Buleleng, kini tengah merangkai identitas baru. Bukan hanya sebagai desa wisata yang memikat, Lemukih kini bertekad menancapkan diri sebagai sentra Kopi Robusta (Coffea canephora.) terbaik di Bali, dengan cita rasa khas yang kini perlahan siap mendunia.

CERITA tentang kopi Indonesia tak  ada habisnya. Termasuk kisah tentang Kopi Lemukih, komoditas primadona Buleleng yang didorong penuh oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, yang saat ini sedang berjuang memperoleh sertifikat Indikasi Geografis (IG) sebagai pengakuan resmi atas kualitas dan asal-usulnya.

Upaya penguatan Kopi Lemukih tidak dilakukan setengah-setengah. Pemkab Buleleng, melalui Dinas Pertanian (Distan), mengambil langkah konkret mulai dari hulu—perkebunan.

Maklum. Sejauh ini, Indonesia denga potensi tinggi dan produk kopi Jawa yang mendunia sejak era 1800-an, untuk peringkat masih di bawah Brasil, Vietnam dan Kolombia. Indonesia masih peringkat ke-4 dunia, satu strip di atas Ethiopia, negara Afrika yang kini melejit industri pertaniannya, berkat Kerjasama dengan Israel.

"Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus memperkuat seluruh rantai produksi, dari hulu hingga hilir, untuk memastikan kualitas dan nilai tambah kopi bagi petani," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Distan Kabupaten Buleleng, Made Agus Adnyana, pada Sabtu (29/11/2025).

Sebagai wujud komitmen, Distan Buleleng telah memproduksi dan menyalurkan sebanyak 10.000 bibit Kopi Lemukih yang dikembangkan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Busungbiu.

Bibit-bibit unggul ini disalurkan langsung kepada petani sebagai upaya regenerasi tanaman yang bertujuan vital untuk meningkatkan produktivitas perkebunan di Lemukih.

Pendampingan Intensif dan Kesejahteraan Petani

Selain bantuan bibit, yang menjadikan Kopi Lemukih spesial adalah pendampingan yang konsisten dan intensif. Para petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Lemukih secara rutin turun ke kebun.

Pendampingan ini mencakup praktik teknis yang krusial, mulai dari:

Langkah-langkah terstruktur ini memastikan bahwa setiap biji kopi yang dihasilkan Lemukih memenuhi standar mutu tertinggi. Namun, dukungan Pemkab tidak berhenti di teknik budidaya.

"Semuanya dilakukan untuk memastikan nilai tambah dirasakan oleh petani. Bahkan petani juga kami fasilitasi akses modal sebelum panen serta penyerapan hasil panen mereka," lanjut Kabid Agus.

Meneguhkan Identitas, Membuka Pasar Global

Kopi Lemukih kini tidak hanya dipandang sebagai komoditas ekonomi semata, tetapi telah menjelma menjadi identitas daerah yang semakin kuat dan dilindungi.

Dengan proses Indikasi Geografis yang tengah berjalan, Pemkab Buleleng berharap dapat membuka peluang pasar yang jauh lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pengakuan IG akan memberikan perlindungan hukum, mencegah pemalsuan produk, dan secara langsung menghadirkan kesejahteraan yang lebih besar bagi para petani di Desa Lemukih.

Melalui kopi ini, Buleleng tidak hanya menjual rasa yang khas, tetapi juga cerita tentang upaya kolektif antara pemerintah dan petani dalam merawat kualitas dan harapan.[*]

Editor : Hari Puspita
#industri kopi #pertanian #kopi #kopi robusta #lemukih #buleleng