SINGARAJA, Radar Bali.id – Masalah infrastruktur jalan di Kabupaten Buleleng menjadi sorotan tajam legislatif. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buleleng mengingatkan pemerintah daerah bahwa masih ada sekitar 275 hingga 300 kilometer jalan dalam kondisi rusak yang membutuhkan penanganan mendesak.
Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Wayan Masdana, menegaskan bahwa perbaikan jalan harus menjadi prioritas utama. Ia mendesak agar seluruh kerusakan jalan tersebut dapat diselesaikan dalam kurun waktu lima tahun masa kepemimpinan kepala daerah saat ini.
"Kami meminta ada progres pengerjaan yang nyata setiap tahunnya. Kualitas pengerjaan juga harus diperhatikan dan pengawasannya harus ketat," tegas Masdana, Minggu (18/1/2026).
Alokasi Anggaran Rp361 Miliar
Pada APBD 2026, anggaran belanja modal infrastruktur Buleleng mencapai Rp361 miliar. Dana besar tersebut bersumber dari berbagai lini, mulai dari Pinjaman Daerah senilai Rp200 miliar, BKK Provinsi Bali, hingga bantuan keuangan dari Kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan pajak kendaraan.
Meski demikian, anggaran ratusan miliar itu tidak hanya untuk jalan, melainkan juga mencakup pembangunan RSUD Buleleng. Oleh karena itu, dewan meminta Pemkab benar-benar selektif dan adil dalam menentukan titik pekerjaan di sembilan kecamatan yang ada.
"Kami akan turun langsung ke lapangan untuk mengawasi. Kami pastikan kegiatan berjalan sesuai perencanaan dan pembangunannya berkeadilan di seluruh wilayah Buleleng," pungkas Masdana.[*]
Editor : Hari Puspita