Kota Singaraja merayakan hari ulang tahun ke-422 dengan berbagai capaian nyata di bawah kepemimpinan Bupati Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna. SINGARAJA, radarbali.jawapos.com -Kota Singaraja merayakan hari ulang tahunnya yang ke-422 dengan berbagai capaian nyata di bawah kepemimpinan Bupati Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna.
Dalam setahun terakhir, pemerintah daerah telah menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai bidang, terutama pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Pendidikan: Meningkatkan Kualitas dan Aksesibilitas
Pemerintah Kabupaten Buleleng telah fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dengan berbagai program, seperti peningkatan sarana dan prasarana sekolah, pelatihan guru, dan beasiswa bagi siswa berprestasi.
Ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Buleleng.
Bupati Sutjidra-Wabup Supriatna bahkan bergerak cepat dalam mengatasi permasalahan yang muncul ketika mereka baru saja memimpin Buleleng, yakni kekurangmampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) siswa tingkat sekolah menengah pertama.
Bersama perguruan tinggi, Pemerintah melaksanakan asesmen dan pendampingan sehingga tiga ratus lebih anak yang kurang mampu calistung sudah dapat membaca lebih lancar didepan guru dan teman-temannya.
Berangkat dari keprihatinan yang mendalam kepada anak usia sekolah yang nyaris harus putus sekolah karena tidak mampu membeli pakaian seragam, Bupati Sutjidra-Wabup Supriatna kemudian mentransformasi keprihatinan itu menjadi program yang membantu ribuan anak kurang mampu dan disabilitas melalui pembagian seragam sekolah gratis.
Guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga sekolah, Bupati Sutjidra-Supriatna juga mendorong revitalisasi gedung sekolah. Dalam setahun kepemimpinan mereka, sebanyak 59 gedung sekolah berhasil direvitalisasi.
Baik itu program merehab gedung yang sudah tidak layak pakai maupun pembangunan ruangan baru untuk mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar.
Bupati Sutjidra-Wabup Supriatna berharap program ini menjadi tonggak dalam mewujudkan Buleleng sebagai Kota Pendidikan.
Kesehatan: Meningkatkan Akses dan Kualitas Pelayanan
Dalam bidang kesehatan, pemerintah telah berupaya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan lebih inklusif, terjangkau, adil, dan berkualitas, tanpa terkecuali.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan fasilitas dan layanan kesehatan, peningkatan akses jaminan kesehatan, serta perluasan layanan yang berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Buleleng menempatkan prinsip keadilan dan kemudahan akses sebagai landasan utama agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan secara layak dan berkelanjutan.
Ini diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Buleleng.
Mewujudkan hal itu, Pasangan Bupati Sutjidra-Wabup Supriatna membuat sejumlah program strategis di bidang kesehatan.
Salah satunya adalah meluncurkan Mobil Jenazah dan Pemulasaran Jenazah Gratis bagi masyarakat kurang mampu. Dimana hingga saat ini, Mobil Jenazah Gratis telah puluhan kali dimanfaatkan oleh masyarakat.
Disisi lain untuk menguatkan akar kesehatan masyarakat sejak dini, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Tim Pembina UKS juga telah melakukan pendampingan kepada sekolah-sekolah.
Semakin banyak orang yang menyadari pentingnya kesehatan dapat membawa dampak positif bagi Kabupaten Buleleng seperti peningkatan kualitas hidup masyarakat, penurunan angka penyakit dan kematian, peningkatan produktivitas masyarakat, pengurangan beban biaya kesehatan, peningkatan citra Kabupaten Buleleng sebagai daerah yang sehat dan sejahtera.
Dengan demikian, pemerintah daerah dapat lebih fokus pada pembangunan ekonomi dan infrastruktur, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Selain itu, kesadaran akan kesehatan juga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program-program kesehatan dan kegiatan olahraga, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan seimbang.
Infrastruktur: Meningkatkan Konektivitas dan Kualitas Hidup
Pemerintah juga telah fokus pada pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan fasilitas publik lainnya. Ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan kualitas hidup masyarakat, serta meningkatkan potensi ekonomi daerah.
Ini terbukti dari upaya Bupati Sutjidra-Wabup Supriatna untuk turun langsung dan menyisir jalan-jalan yang sudah rusak bertahun-tahun agar segera mendapatkan program peningkatan jalan.
Setahun kepemimpinan Sutjidra-Supriatna, sebanyak 32 paket peningkatan jalan dan jembatan yang tersebar di sembilan kecamatan telah selesai di perbaiki.
Selain konektivitas, pemerintah daerah juga melakukan penataan Titik Nol Singaraja sebagai upaya menguatkan identitas sejarah dan budaya Buleleng, sekaligus memperindah wajah kota dan meningkatka kualitas ruang publik.
Pembangunan fisik resmi dimulai pada 20 Pebruari dengan target rampung pada awal Juli 2026.
Capaian Nyata Pembangunan Lainnya
Dalam setahun kepemimpinan Bupati Sutjidra-Wakil Bupati Supriatna, beragam capaian juga telah diraih.
Tranformasi tata kelola pemerintahan Kabupaten Buleleng diarahkan untuk menghadirkan pemerintahan yang kredibel, akuntabel, transparan, serta adaptif, terhadap perkembangan digital dan kebutuhan dunia usaha.
Di bawah Kepemimpinan Bupati I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna, penguatan tata kelola data berhasil meraih Nilai Indeks Kualitas Data Terbaik, dan dalam bidang keuangan daerah Pemkab Buleleng berhasil meraih Terbaik I TP2DD atas keberhasilan percepatan dan perluasan digitalisasi transaksi keuangan daerah.
Kinerja pengelolaan keuangan yang baik kembali ditegaskan melalui raihan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-12 secara berturut.
Pembinaan kepada BUMD yang profesional dan berorientasi kinerja juga menghantarkan Pemkab Buleleng meraih penghargaan TOP Pembina BUMD.
Serta raihan Pariwara Antikorupsi dalam ACFEST 2025 sebagai wujud pembangunan budaya antikorupsi dan tata kelola pemerintahan yang bersih serta dipercaya publik.
Komitmen dalam penguatan ketahanan sosial budaya sebagai fondasi penting dalam menjamin kesinambungan pembangunan Kabupaten Buleleng diwujudkan dengan diraihnya predikat warisan budaya tak benda (WBTB) untuk kesenian di antaranya Meamuk-amukan dan Tari Janger Kolok, yang tidak hanya dijaga eksistensinya tetapi juga diperkuat nilai edukatif, inklusivitas, dan regenerasinya.
Kepemimpinan Bupati Sutjidra-Wakil Bupati Supriatna juga melakukan transformasi dibidang perekonomian.
Untuk menciptakan perekonomian yang produktif, inovatif, dan inklusif dengan bertumpu pada potensi lokal serta keberpihakan kepada masyarakat, diwujudkan dengan penguatan sektor pertanian melalui kebijakan strategis perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) yang disertai stimulus pajak yaitu pengurangan pajak hingga 90 persen bagi lahan LP2B, penurunan tarif BPHTB pajak waris, serta penghapusan piutang pokok dan denda PBB-P2.
Di sisi lain peningkatan nilai tambah produk lokal juga sedang dikebut. Bupati Sutjidra-Wabup Supriatna ingin agar produk lokal Buleleng memiliki identitasnya sendiri.
Salah satunya yang sudah dicapai adalah Sertifikasi Indeks Geografis Kopi Robusta Lemukih.
Ini sebagai langkah strategis untuk melindungi produk unggulan, memperkuat identitas daerah, serta meningkatkan daya saing di pasar nasional dan internasional.
Selaras dengan itu UMKM lokal juga didorong untuk terus bergerak dan bersaing melalui berbagai kesempatan seperti pasar pangan murah, car free day, hingga festival-festival.
Kini Kota Singaraja berulang tahun ke-422. Dengan tema "Bhinneka Shanti Jagadhita", Pemerintah Kabupaten Buleleng menunjukkan komitmennya untuk menjaga keberagaman, keharmonisan, dan semangat kebersamaan dalam membangun daerah.
Editor : Rosihan Anwar