SINGARAJA, radarbali.jawapos.com— Kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster yang memberikan tambahan kompensasi sebesar Rp2,5 miliar kepada warga terdampak proyek strategis Shortcut Singaraja-Mengwitani titik 9-10 mendapat apresiasi dari kalangan pemuda Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.
Salah seorang pemuda Pegayaman, Alvi Azhari, menilai langkah yang diambil Pemerintah Provinsi Bali merupakan bentuk solusi yang bijaksana dan mampu mengakomodasi kepentingan masyarakat tanpa melanggar aturan hukum yang berlaku.
“Sebagai warga asli Pegayaman, saya mewakili masyarakat Pegayaman menyampaikan apresiasi pada kemampuan gubernur dalam mengambil jalan tengah atau win-win solution. Artinya beliau menghormati regulasi hukum, yakni hasil lembaga appraisal yang memang tidak bisa diubah, namun di sisi lain tetap mampu menghadirkan solusi kreatif dan legal melalui program dana hibah daerah,” ujar Alvi Azhari.
Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan adanya kepedulian pemerintah terhadap masyarakat terdampak pembangunan, sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tetap dapat berjalan beriringan dengan rasa keadilan sosial di tengah masyarakat.
Alvi juga menyatakan dukungan penuh masyarakat terhadap kelanjutan pembangunan proyek Shortcut Singaraja-Mengwitani titik 9-10 yang dinilai penting untuk mempercepat konektivitas dan pemerataan pembangunan di Bali Utara.
“Kami mendukung penuh kelancaran pembangunan daerah proyek strategis Shortcut Singaraja-Mengwitani titik 9-10, karena sudah tercapainya kesepakatan yang adil. Pembangunan infrastruktur demi kemaslahatan bersama dapat terwujud tanpa meninggalkan rasa ketidakadilan di hati masyarakat,” tegasnya.
Diketahui sebelumnya, tambahan kompensasi sebesar Rp 2,5 miliar diberikan Pemprov Bali melalui program hibah daerah sebagai bentuk solusi atas aspirasi warga yang menilai nilai ganti rugi lahan hasil appraisal masih berada di bawah harga pasaran.***
Editor : M.Ridwan