SINGARAJA, Radar Bali.id- Hamparan eceng gondok dan gulma liar yang selama ini mengangkangi kawasan konservasi Danau Buyan di Kabupaten Buleleng bakal segera dibersihkan.
Baca Juga: Sempat Tertutup Eceng Gondok, Danau Yeh Malet Kini Bersolek Jadi Spot Mancing Favorit
Aksi penyelamatan lingkungan ini dilakukan melalui operasi darurat terpadu yang melibatkan TNI, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Bali, serta masyarakat lokal setempat.
Baca Juga: Tekan Hama Eceng Gondok, PJB Lirik Program Inovasi TOSS
Aksi pengeroyokan massal untuk normalisasi danau purba tersebut resmi digulirkan sejak Selasa, 9 Juni 2026. Langkah kilat ini diambil setelah tim mendeteksi sebagian luasan Danau Buyan kritis tertutup vegetasi liar.
Tercatat, dari total luas danau yang mencapai 200 hektar, sekitar delapan hektar di antaranya sudah tertutup rapat oleh eceng gondok dan gulma. Jika dibiarkan, kondisi ini dipastikan merusak keseimbangan ekosistem dan mematikan fungsi utama danau.
”Target kami pembersihan ini kurang lebih dua bulan harus selesai. Kalau bisa lebih cepat, tentu lebih baik. Apalagi dalam operasi ini kami mendapat bantuan dua unit ponton dan satu unit conveyor langsung dari KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang sangat mempercepat proses pengerukan,” tegas Komandan Resor Militer (Danrem) 163/Wira Satya, Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra.
Dikatakannya, gerakan penyelamatan Danau Buyan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan pimpinan TNI AD setelah melakukan peninjauan ke sejumlah danau di Pulau Dewata. Langkah strategis ini juga sejalan dengan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto mengenai pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan dan penanganan sampah terintegrasi. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi modal penting demi menjaga kelestarian Danau Buyan sebagai salah satu aset alam terbesar di Bali.
Senada dengan Danrem, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat jajaran TNI dan instansi terkait. Menurutnya, intervensi ini sangat menolong kelestarian Danau Buyan yang menjadi wilayah tangkapan air strategis di Denbukit. ”Harapan kami, Danau Buyan bisa kembali bersih dan terbebas dari dominasi eceng gondok. Dengan begitu, fungsi ekologis, konservasi, dan sumber daya airnya tetap terjaga demi menghidupi masyarakat luas,” harap Supriatna. [*]
Editor : Hari Puspita