Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pertamax Melejit Jadi Rp16.250,  di Buleleng Jalur Pertalite Semakin Mengular

Francelino Junior • Kamis, 11 Juni 2026 | 04:23 WIB
MENGULAR: Antrean di salah satu SPBU di Buleleng. (francelino junior)
MENGULAR: Antrean di salah satu SPBU di Buleleng. (francelino junior)

SINGARAJA, Radar Bali .id- Kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax non-subsidi per Rabu, 10 Juni 2026 sukses membuat masyarakat terkejut.

Warga, khususnya para pengguna kendaraan bermotor, langsung menjerit lantaran kenaikan ini dinilai terlalu tinggi dan memukul kantor mereka. Bagaimana tidak, harga Pertamax meroket drastis menjadi Rp16.250 per liter dari harga sebelumnya yang hanya Rp12.300 per liter.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Ini Cara Daftar Subsidi Tepat Pertamina untuk Beli Pertalite

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Bali di salah satu SPBU di wilayah Buleleng, dampak kenaikan harga ini langsung terlihat nyata. Antrean kendaraan di jalur pengisian Pertamax tampak lengang, berbanding terbalik dengan jalur Pertalite.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik Rp 16.250 per Liter Mulai Hari Ini 10 Juni 2026, Cek Rincian Lengkapnya

Jalur Pertalite yang biasanya sudah padat kini menjadi semakin mengular. Konsumen Pertamax yang dulunya banyak didominasi sepeda motor, kini menyusut dan terlihat hanya diisi oleh kendaraan roda empat.

”Banyak yang akhirnya memilih mengisi Pertalite. Katanya, sing kuat be ngalih Pertamax (tidak sanggup lagi beli Pertamax),” beber salah seorang operator SPBU kepada Jawa Pos Radar Bali pada Rabu, 10 Juni 2026.

Melambungnya harga Pertamax ini otomatis mengerek pengeluaran transportasi harian warga. Salah seorang pengendara motor, Komang Yudha, mengaku syok karena harus merogoh kocek lebih dalam untuk urusan bahan bakar. Pria yang menunggangi Honda PCX ini menceritakan, biasanya uang bensin sebesar Rp100 ribu sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhannya selama sepekan.

Namun dengan harga baru ini, ia dipaksa memutar otak mengatur ulang anggaran bulanan. Sebab, dengan nominal uang yang sama, bensin Pertamax di motornya diperkirakan hanya mampu bertahan tiga sampai empat hari saja. ”Kenaikan harga ini sangat terasa. Apalagi pengeluaran untuk berbagai kebutuhan lain terus bertambah, sehingga biaya BBM yang ikut naik membuat saya harus mengatur ulang anggaran harian,” keluh Komang Yudha.

Keluhan senada juga dilontarkan oleh Pande Wismaya. Pria yang juga penunggang Honda PCX ini mengaku sangat kaget dengan perubahan harga yang mendadak. Rutinitas hariannya yang padat untuk mengantar jemput anak sekolah hingga ke tempat les membuat konsumsi BBM-nya cukup tinggi.

Meskipun ada opsi beralih ke Pertalite yang harganya jauh lebih murah, Pande mengaku memilih bertahan menggunakan Pertamax. Ia khawatir penurunan oktan bahan bakar akan merusak jeroan motor kesayangannya. ”Kalau ganti pakai Pertalite, takutnya mesin motor jadi ngelitik. Karena kompresi kendaraan ini kan besar, takutnya malah merusak mesin jangka panjang,” pungkasnya.[*]

 

Editor : Hari Puspita
#spbu #BBM naik #pertamina #antrean