SINGARAJA, Radar Bali - Gelombang pensiun besar-besaran bakal terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng tahun ini. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, 61, menyebutkan ada ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan memasuki masa purnatugas.
Untuk menjaga kelancaran pelayanan publik, Pemkab Buleleng bergerak cepat mengusulkan penambahan formasi pegawai ke pemerintah pusat.
Baca Juga: Jadwal Cair Gaji ke-13 PNS, PPPK, dan Pensiunan 2026: Cek Besaran & Komponennya
Menurut Sutjidra, tercatat hampir 400 orang ASN Pemkab Buleleng yang selesai bertugas pada tahun 2026 ini. Kondisi tersebut jelas berpotensi menimbulkan kekosongan dan kekurangan tenaga di sejumlah sektor pelayanan apabila tidak segera diantisipasi sejak dini.
Kebutuhan ASN di Bumi Panji Sakti dinilai masih cukup tinggi, terutama pada sektor-sektor strategis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
”Karena itu, kami sudah mengusulkan kembali formasi ASN kurang lebih 400 orang ke pemerintah pusat untuk menggantikan pegawai yang memasuki masa pensiun. Mudah-mudahan bisa direalisasikan seluruhnya,” ujarnya pada hari Kamis (18/6/2026).
Baca Juga: Astungkara, Disdik Tabanan Pastikan 264 Guru Non-ASN Aman, Hak Gaji dari Dana BOS Tetap Cair
Sutjidra melanjutkan, apabila seluruh usulan formasi yang diajukan dapat disetujui, maka kebutuhan pegawai di lingkungan Pemkab Buleleng dipastikan aman dan tercukupi. Namun, pihak daerah juga realistis dan memahami bahwa jumlah formasi yang disetujui pemerintah pusat sering kali tidak selalu 100 persen sesuai dengan usulan awal.
Mengantisipasi hal itu, Pemkab Buleleng telah menyiapkan berbagai argumentasi kuat serta data pendukung yang valid untuk memperkuat usulan tersebut di pusat. Salah satu pertimbangan utama yang paling krusial adalah pemenuhan kebutuhan tenaga pada bidang pendidikan. Kekurangan guru selama ini dinilai menjadi persoalan klasik yang harus segera diatasi agar kualitas layanan pendidikan di Buleleng tetap terjaga mutunya.
Selain sektor pendidikan, penambahan ASN baru ini juga diharapkan dapat memperkuat lini pelayanan pemerintahan lainnya. Dengan terpenuhinya kuota pegawai, berbagai program pembangunan daerah diharapkan dapat dieksekusi secara lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
”Alasan yang kami miliki sangat kuat, karena kebutuhan ASN di Buleleng memang cukup mendesak. Terutama tenaga guru yang jumlah kebutuhannya masih sangat besar dan menjadi prioritas utama kami saat ini,” tandas orang nomor satu di Buleleng tersebut.
Kini, Pemkab Buleleng tengah menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat terkait kuota final usulan formasi tersebut. Jika lampu hijau diberikan, proses rekrutmen ASN baru ini akan menjadi langkah paling strategis untuk menjaga keseimbangan jumlah pegawai di tengah tingginya angka pensiun tahun ini. [*]
Editor : Hari Puspita