Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gaya Malioboro di Singaraja: Lampu Pedestrian Bergaya Khas Buleleng Resmi Dinyalakan di Titik Nol

Francelino Junior • Rabu, 24 Juni 2026 | 22:57 WIB
LAMPU CANTIK : Suasana malam di kawasan Titik Nol Kota Singaraja. (francelino junior)
LAMPU -LAMPU CANTIK : Suasana malam di kawasan Titik Nol Kota Singaraja. (francelino junior)

Suasana petang di kawasan Titik Nol Kota Singaraja kini berubah total. Kawasan yang dulunya cenderung gelap saat malam hari, kini menjadi terang benderang dengan nuansa visual yang membawa masyarakat kembali ke estetika masa lalu.

NYALA terang cahaya itu menyemarakkan  suasana. Lampu-lampu ornamen di kawasan tersebut akhirnya dinyalakan secara resmi pada Selasa, 23 Juni 2026 pukul 18.00 Wita.

Baca Juga: Jaga Kelestarian Hutan Kota Singaraja, Beramai-ramai Tanam Ratusan Bibit Bambu

Lampu-lampu tersebut dipasang khusus menjadi ornamen penghias kawasan Titik Nol Kota Singaraja. Tercatat ada sebanyak 75 lampu trotoar (pedestrian) dan sepuluh unit Penerangan Jalan Umum (PJU) yang telah terpasang di sana.

Baca Juga: Terungkap! Pengemudi Ugal-ugalan di Kota Singaraja WNA Jerman, Diduga Rampas Mobil Warga

Pelita-pelita ini tentu tak hanya berfungsi sebagai alat penerang jalan, melainkan sukses menghidupkan atmosfer dan estetika kota.

”Ini kan baru 90 persen progres fisiknya. Kami mencoba menguji coba fungsional lampu-lampu ini, astungkara berjalan lancar,” ujar Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra.

Dengan mulai hidupnya lampu-lampu tersebut, kini estetika areal Titik Nol Kota Singaraja menjadi semakin temaram dan indah. Dampaknya, masyarakat kian banyak yang berdatangan untuk menikmati waktu sore dan malam hari di kawasan pusat kota tersebut.

Bahkan, banyak warga dan pengunjung yang menyebut suasana baru ini mirip dengan sudut Kota Jogjakarta. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Bali di lokasi, kawasan Titik Nol Kota Singaraja kini ramai dipadati oleh masyarakat yang berjalan santai menikmati malam, layaknya suasana di kawasan Malioboro, Jogjakarta.

Dijelaskan lebih lanjut, lampu-lampu yang terpasang ini memang memiliki spesifikasi desain khusus untuk area pedestrian. Tak dipungkiri terdapat sentuhan gaya Jogjakarta, namun tetap dikombinasikan dengan identitas lokal gaya Buleleng yang kuat, yaitu ukiran Patru Singa Majapahit dengan balutan warna hijau dan emas.

”Artinya apa? Hijau itu artinya lambang kemakmuran dan kesuburan. Emas lambang kejayaan. Itu adalah harapan dan doa kita ke depan, agar Buleleng semakin maju dan jaya ke depan,” kata Kepala Dinas PUPR-Perkim Kabupaten Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra.

Aset lampu-lampu hias ini disebut menggunakan sistem instalasi listrik konvensional. Keputusan ini diambil karena jika menggunakan sistem panel surya (solar panel), dikhawatirkan pancaran cahayanya kurang kuat dan konstan, mengingat daya baterai surya umumnya hanya bertahan maksimal delapan jam saja. [*]

Editor : Hari Puspita
#tata kota #taman kota #titik nol #buleleng #Singaraja