Semarakkan HUT RI, 100 Tukik Lekang Dilepasliarkan Perdana di Pantai Camplung Banyuasri

Francelino Junior • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 05:35 WIB
MERDEKA KEMBALI KE ALAM BEBAS: Pelepasliaran tukik lekang di Pantai Camplung dalam rangka HUT ke-81 RI.(francelino junior)
MERDEKA KEMBALI KE ALAM BEBAS: Pelepasliaran tukik lekang di Pantai Camplung dalam rangka HUT ke-81 RI.(francelino junior)

SINGARAJA, Radar Bali.id – Momen peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi semakin bermakna di Kabupaten Buleleng.

Baca Juga: Lepas 300 Tukik di Pantai Abian Kapas, Ajak Warga Jaga Ekosistem Pesisir

Sebanyak 100 ekor tukik jenis penyu lekang (Lepidochelys olivacea) dilepasliarkan di kawasan Pantai Camplung, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng pada Minggu (16/8/2026) pagi.

Aksi pelepasan anak penyu yang baru pertama kali digelar di kawasan pantai tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra. Tukik-tukik tersebut merupakan hasil penetasan telur penyu yang dievakuasi dan dirawat oleh Komunitas Kurma Segara Raksa di bawah naungan Desa Adat Banyuasri.

Baca Juga: Badah! Dikira Dicuri, Puluhan Tukik Konservasi  di Nusa Penida Ternyata "Nyemplung" ke Septic Tank

Ketua Komunitas Kurma Segara Raksa, Nyoman Sadwika menjelaskan bahwa kawasan Pantai Camplung memang merupakan habitat alami penyu untuk bertelur.

”Puncak musim bertelur terjadi pada Mei hingga Agustus, bahkan bisa ditemukan hingga sepuluh titik peneluran,” kata Sadwika kepada Jawa Pos Radar Bali.

Sadwika menambahkan, telur-telur penyu yang ditemukan warga diselamatkan ke tempat penampungan sementara untuk menghindari ancaman predator seperti anjing, biawak, maupun gangguan manusia.

”Kami mengimbau masyarakat yang menemukan telur penyu untuk segera melapor. Saat ini kami juga telah menyiapkan grand design pengembangan kawasan Pantai Camplung dan sekitarnya menjadi destinasi wisata bahari,” imbuh Sadwika yang juga menjabat sebagai Direktur Operasional Perumda Swatantra tersebut.

Sementara itu, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas inisiatif Desa Adat Banyuasri dan Komunitas Kurma Segara Raksa dalam menjaga kelestarian satwa dilindungi tersebut.

”Pelepasan tukik perdana ini bertepatan dengan momen HUT RI, menjadi wujud nyata kecintaan kita terhadap alam dan negeri. Penyu kini merupakan satwa langka, sehingga inisiatif penyelamatan seperti ini harus terus didukung agar pelestarian penyu di Buleleng berkelanjutan,” puji Bupati Sutjidra. [*]

 

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
Pantai Camplung Banyuasri Buleleng hut kemerdekaan ri pelestarian alam pelepasan tukik agustusan