Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

22 Tahun Perjalanan Jawa Pos Radar Bali:Jalan Kantor Lama Sudah Dipaving, Ditempati Tugus Pradnyan

Hari Puspita • Minggu, 12 Februari 2023 | 23:05 WIB
BERAWAL DARI SINI, 22 TAHUN LALU: Ida Bagus Pradnyan di depan rumahnya yang dulu adalah bangunan yang dipakai Jawa Pos Radar Bali berkantor di awal berdiri, selama dua tahun.(foto:ni kadek novi febriani/radar bali)
BERAWAL DARI SINI, 22 TAHUN LALU: Ida Bagus Pradnyan di depan rumahnya yang dulu adalah bangunan yang dipakai Jawa Pos Radar Bali berkantor di awal berdiri, selama dua tahun.(foto:ni kadek novi febriani/radar bali)
Kantor pertama Jawa Pos Radar Bali, dulu beralamat di Perum Cipta Selaras Nomor 1, Jalan Imam Bonjol, Denpasar. Kini menjadi Gang Cipta Selaras, Banjar Abiantimbul. Sekarang sudah berubah.

KANTOR pertama ini, sekarang menjadi rumah (gria) yang dimiliki Ida Bagus Pradnyan. Tugus-begitu sapaannya- menempati rumah ini, sejak 15 tahun lalu. Masih, membekas di ingatannya, saat kali pertama membeli rumah ini, jalan  perumahan belum dipaving.

Perumahan Cipta Selaras terasa sangat banyak perubahan dibandingkan 20 tahun yang lalu. Bahkan, susah dikenali, di mana kantor Jawa Pos Radar Bali. Saat ditempati koran ini, rumah itu nomor: 1. Namun, sekarang sudah berubah menjadi nomor 4. Warga yang tinggal di perumahan tersebut banyak yang tidak tahu, di sini pernah ada kantor media. Hanya beberapa orang, itu pun karena mereka  sudah puluhan tahun tinggal di sini.

Saat ditemui tim Jawa Pos Radar Bali, Tugus  mengatakan, ia memang pernah mendapat informasi rumahnya dulu kantor media dari tetangga. ’’Saya tinggal di sini, saya mulai sekitar 15 tahun lalu, saat mulai di sini kami renovasi sedikit. Saat renovasi ada tetangga, ya kan biasa ada yang datangin deket-deket sini, dia cerita dulu di sini ada media. Hanya tidak spesifik tidak cerita media apa,” ucapnya saat ditemui Jumat lalu (10/2). Rumah ini, kata Tugus, dibeli dari orang bernama Bambang, berasal dari Jawa Timur.

Ida Bagus Pradnyan  pernah menjadi pembaca Jawa Pos Radar Bali. Selama sebagai pembaca,  menurutnya koran yang hari ini tepat berusia 22 tahun ini, merupakan  salah satu media yang objektif dan netral. ’’Itu (Jawa Pos Radar Bali beritanya objektif, Red), bagus sebagai media massa posisinya harus di tengah-tengah, netral,” ucapnya.

Pria yang berusia 47 tahun ini, memberikan masukan supaya Jawa Pos Radar Bali terus berinovasi, mengikuti perkembangan teknologi, jika tidak akan ketinggalan zaman. ’’Apalagi perkembangan ada 4G  atau 5G, kalau tidak bisa mengikuti itu akan  ketinggalan,” ujar pria asal Gianyar ini.

Salah satu rubrik yang masih disenangi di media koran, yaitu; ada surat pembaca atau tajuk yang tidak dimiliki oleh media televisi maupun media online.

’’Selamat ulang tahun ke-22 Radar Bali. Semoga semakin baik,  maju dan jaya. Serta semakin bisa membantu bangsa dan negara untuk persatuan dan kesatuan. Membuat bangsa kita menjadi bangsa yang maju,” ucap  Ida Bagus Pradnyan. (ni kadek novi febriani/penyunting : djoko heru setiawan) 

  Editor : Hari Puspita
#perjalanan 22 tahun Jawa Pos Radar Bali #jawa pos radar bali #Ulang Tahun ke-22 Jawa Pos Radar Bali