Selama periode Januari – Mei 2023, 14 turis mengalami celaka saat menikmati keindahan pantai, tebing, dan laut di Nusa Penida, Klungkung. Ada yang digulung ombak saat berenang, menyelam, hingga terpeleset. Sebagian selamat, sebagian lagi meregang nyawa.
KUNJUNGAN wisatawan ke Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, kian meningkat seiring pulihnya pariwisata dari dampak pandemi Covid-19.
Dinas Pariwisata (Dispar) mencatat ada ribuan wisatawan berkunjung ke Telur Emas Bali itu setiap harinya. Hanya saja, kabar menggembirakan itu agak tercoreng oleh peristiwa kecelakaan turis saat berwisata.
Kepala Dispar Klungkung, Ni Made Sulistiawati, mengungkapkan jumlah kunjungan wisatawan ke Nusa Penida pada 2022 mencapai 312.872 turis. Jumlah tersebut kian meningkat ditahun 2023. Hingga Mei 205.969 orang sudah masuk ke Nusa Penida.
Pada Januari 2023, tercatat ada sebanyak 25.682 orang, Februari sebanyak 29.972 orang, Maret sebanyak 33.688 orang, April sebanyak 57.727 orang dan Mei sebanyak 58.900 orang. “Rata-rata kunjungan dari bulan Januari hingga Mei 2023 sebanyak 1.364 orang per hari,” katanya.
Menurutnya, tarif masuk Nusa Penida antara wisatawan domestik dan mancanegara sama, Rp 25 ribu per orang dewasa. Karena di Pos Nusa Penida masih menggunakan karcis, sehingga terkendala untuk membedakan wisatawan domestik dan mancanegara.
Sedangkan Pos Devil’s Tears yang sudah menggunakan mesin EDC berupa sistem e-Ticketing, mampu mencatat jumlah wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung di periode Januari-Mei, yakni 506 wisatawan domestik, dan 22.137 wisatawan mancanegara. “Jumlah pemasukan yang diperoleh dari kunjungan turis ke Nusa Penida pada Januari-Mei 2023, yakni Rp5,1 miliar lebih,” bebernya.
Kunjungan turis domestik ke Nusa Penida biasanya membeludak pada hari libur seperti saat Hari Raya Idul Fitri, akhir pekan, atau rangkaian cuti bersama. Sementara untuk wisatawan mancanegara akan membeludak di Nusa Penida, mulai Juli -Agustus.
Setelah penurunan kunjungan beberapa bulan, kunjungan akan kembali meningkat saat akhir tahun. “Lima besar asal negara wisatawan yang banyak berkunjung ke Nusa Penida itu Australia, Tiongkok, Jerman, Austria, dan India. Keindahan salam seperti pantai, tebing dan, wisata bawah laut menjadi daya tarik wisatawan ke Nusa Penida,” rincinya.
Ada beberapa pantai yang menjadi objek wisata di Nusa Penida. Mengacu pada Keputusan Bupati Klungkung 403/19/HK/2019 tentang Penetapan Daya Tarik Wisata (DTW) Nusa Penida di Kabupaten Klungkung, ada 15 pantai yang menjadi objek wisata (selengkapnya lihat grafis). “Semua pantai berisiko,” katanya.
Meski semua pantai memiliki risiko, Pemkab Klungkung melarang adanya aktivitas berenang di Pantai Kelingking, Pasih Uug atau Broken Beach, Diamond, dan Anggel Billabong lantaran ombaknya yang sulit diprediksi.
Ombak tiba-tiba membesar sehingga membahayakan wisatawan yang melakukan aktivitas berenang. Meski demikian, ada saja wisatawan yang nekat berenang sehingga membuat diri mereka celaka.
“Hal tersebut dapat dipicu oleh objek wisata yang memang indah, walaupun sekaligus menantang dengan kondisi geografisnya. Hal lainnya juga dipengaruhi oleh karakter masing-masing wisatawan yang berbeda,” jelasnya.
Selain karena kondisi ombak yang sulit diprediksi, menurutnya larangan berenang itu dikeluarkan karena terbatasnya jumlah personel Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista).
Terkait pengawasan keselamatan wisatawan saat berwisata di pantai wilayah Nusa Penida dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) dari BPBD Kabupaten Klungkung berjumlah lima orang di Pulau Penida atau Nusa Gede, empat orang di Nusa Lembongan merupakan tenaga kontrak.“Petugas tersebut juga menangani bidang kedaruratan (bencana di darat) salah satunya dibekali mesin chain saw. Kemudian ada Basarnas wilayah Nusa Penida dan Balawista swadaya masyarakat yang berada di Pantai Kelingking,” bebernya. (dewa ayu pitri arisanti/editor :maulana sandijaya/radar bali)
Editor : Hari Puspita