Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Menyigi Tingginya Kecelakaan Wisatawan di Nusa Penida(2): Darurat Pagar dan Penambahan Balawista

Maulana Sandijaya • Senin, 19 Juni 2023 | 04:05 WIB
DALAM PANTAUAN : Polisi patroli mengawasi turis yang berkunjung menikmati Pantai Crystal Bay, Nusa Penida. Pantai ini menjadi salah satu tujuan utama wisatawan karena keindahan panoramanya.
DALAM PANTAUAN : Polisi patroli mengawasi turis yang berkunjung menikmati Pantai Crystal Bay, Nusa Penida. Pantai ini menjadi salah satu tujuan utama wisatawan karena keindahan panoramanya.

Basarnas Bali mencatat ada sebanyak 14 turis mengalami kecelakaan saat berwisata di pantai, tebing dan laut di Nusa Penida selama periode Januari 2022-Mei 2023.

DARI  jumlah tersebut, satu orang dinyatakan hilang, tiga meninggal dunia, dan sisanya selamat. Penyebab turis itu mengalami celaka saat berwisata bervariasi, mulai digulung ombak saat berenang, menyelam, terpeleset, dan lainnya. 

Photo
Photo

Kapolsek Nusa Penida, Kompol Ida Bagus Putra Sumerta, mengatakan sejumlah pantai di Nusa Penida cukup berbahaya lantaran kondisi ombaknya yang tidak dapat diprediksi. Tiba-tiba ombak besar setelah sebelumnya tenang dan membuat wisatawan ingin berenang.“Pantai yang demikian (berisiko) telah diberikan tanda larangan berenang,” katanya.

Hanya saja masih ada wisatawan yang membandel dengan tetap nekat berenang. Hal itu membahayakan diri turis itu sendiri. “Demi meningkatkan keselamatan saat berwisata, warga meminta penambahan jumlah petugas Balawista dan pagar pengaman,” tandasnya.

Sementara itu, Perbekel Bungamekar, Wayan Yasa, mengungkapkan Pantai Kelingking menjadi salah satu pantai yang banyak dikunjungi wisatawan namun kerap terjadi kecelakaan wisatawan.

 Untuk itu, desa adat setempat telah mempekerjakan warganya sebagai petugas penjaga pantai di pantai tersebut. “Warga di sana dipekerjakan sebagai penjaga pantai yang dilakukan secara bergilir,” ujarnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, pesatnya perkembangan pariwisata Nusa Penida telah memberi dampak positif bagi warganya. Sebagian besar warganya telah memiliki akomodasi pariwisata, seperti hotel dan restoran. Jalan-jalan menuju destinasi sudah mulai banyak yang diperbaiki, meski masih ada jalan rusak.

“Dampak meningkatnya kunjungan di Nusa Penida adalah kemacetan. Sementara kriminalitas seperti pencurian, belum ada di desa kami. Mudah-mudahan tidak ada,” terangnya.

Melihat risiko yang dapat dialami wisatawan saat berkunjung ke Pantai Kelingking, dia berharap Pemkab Klungkung menyiagakan petugas pantai. Selain itu, dia juga berharap adanya bantuan pagar tebing sehingga wisatawan merasa nyaman saat berwisata. [dewa ayu pitri arisanti/editor :maulana sandijaya]

 

Editor : Hari Puspita
#cover story #nusa penida #pariwisata