Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dari Kasus Stunting di Pulau Dewata(5-Habis): Pemahaman Kebutuhan Gizi Masih Kurang

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Senin, 17 Juli 2023 | 03:05 WIB
PANTAU KASUS : Pemkab Klungkung saat melakukan audit kasus stunting Tahun 2023 yang melibatkan lintas instansi.
PANTAU KASUS : Pemkab Klungkung saat melakukan audit kasus stunting Tahun 2023 yang melibatkan lintas instansi.

DINAS Kesehatan Klungkung mencatat ada sebanyak 558 balita mengalami stunting atau sekitar 5,14 persen dari total 10.854 balita yang ada di Kabupaten Klungkung tahun 2023. Selain faktor ekonomi, stunting juga diakibatkan kurang pahamnya orang tua atau pengasuh dalam pemenuhan gizi balitanya.

“Untuk tahun 2023 berdasarkan hasil e-PPGBM (Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) operasi timbang bulan Februari, prevalensi stunting sebesar 5,14 persen. Penyebab terjadinya stunting banyak faktor, yang paling besar adalah karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi,” ujar Plt Kadiskes Klungkung dr Ida Ayu Megawati.

Dijelaskannya, kurangnya asupan makan bisa karena ketidakmampuan keluarga lantaran berada pada garis kemiskinan. Tetapi ada juga karena kurang paham masyarakat mengenai asupan makan yang sesuai dengan kebutuhan gizi.

Dia mencatat ada sebanyak 79 balita stunting dengan riwayat ibu hamil KEK (kekurangan energi kronis). Sementara ada sebanyak 201 balita stunting berasal dari keluarga yang terdaftar pada DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).

“Sehingga saat pembahasan audit stunting melibatkan dokter spesialis anak, obgyn, gizi. Diberikan catatan cara pemenuhan asupan makan yang sesuai dengan kebutuhan gizinya,” jelasnya.

Dibeberkannya indikator awal dalam menentukan stunting adalah tinggi badan dibandingkan dengan usia anak, yang disebut dengan anak sangat pendek maupun pendek. Untuk mengatasi dan menangani stunting di Klungkung, program yang dilakukan, yakni pemberian makanan tambahan pada balita, dan pada ibu hamil KEK.

Kemudian pemberian tablet Fe pada remaja putri, pada ibu hamil dan pada ibu nifas. “Kemudian melalui inovasi KASI NIKAH (Kami Siap Menikah) dilakukan skrining kesehatan dan KIE bagi calon pengantin. Melaksanakan gerakan aksi bergizi di sekolah. Dilaksanakan juga pembentukan tim percepatan penanganan stunting, melakukan audit kasus stunting dan rujukan kasus,” bebernya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#stunting #gizi buruk #stunting anak