Belanda mengembalikan 472 benda bersejarah yang disimpan di Museum Nasional Kebudayaan Dunia di Leiden dan Rijksmuseum, Amsterdam, Belanda, kepada Indonesia. Salah satu yang dikembalikan itu adalah keris pusaka dari Kerajaan Klungkung.
PENGLINGSIR Puri Agung Klungkung, Ida Dalem Semara Putra, menyatakan belum dihubungi pemerintah Indonesia terkait pengembalian keris Klungkung yang sempat disimpan di Belanda. Informasi itu justru didapatnya dari media.
“Belum ada dari pemerintah yang menghubungi saya,” ujarnya saat diwawancarai Jawa Pos Radar Bali, Kamis (20/7/2023).
Walau begitu, dia menyambut bahagia dengan kembalinya pusaka bersejarah milik Kerajaan Klungkung itu. Begitu juga dengan keluarga puri yang lainnya.
Namun, timbul banyak pertanyaan mengenai sikap puri, terutamanya terkait penyimpanan keris tersebut. “Saya belum bisa bicara banyak mengenai itu, karena kami belum ada yang dihubungi pemerintah terkait itu,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia mengaku tidak tahu bentuk keris dari Kerajaan Klungkung yang dikembalikan tersebut. Meski menjadi orang yang dituakan di Puri Agung Klungkung, dia tidak tahu apakah pusaka leluhurnya dulu memiliki desain khas sebagai ciri Kerajaan Klungkung.
“Keris yang dihiasi emas dan permata, tidak mungkin dimiliki orang biasa. Pastinya dimiliki seorang raja. Saya rasa, rata-rata pusaka milik raja, gagangnya dilapisi emas dan dihiasi permata,” tuturnya.
Meski tidak tahu pasti jumlahnya, menurutnya masih banyak pusaka atau benda budaya penting peninggalan Kerajaan Klungkung yang berada di museum Belanda. Dia pun sempat diundang untuk melihat benda budaya milik Kerajaan Klungkung yang menjadi koleksi museum-museum di Belanda Juni 2020 lalu.
“Hanya saja pada Mei 2020 ada pandemi Covid-19, sehingga tidak jadi ke Belanda sampai saat ini,” kenangnya.
Begitu juga yang diungkapkan, Kadis Kebudayaan Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedhana. Dijelaskan, pihaknya belum pernah dihubungi pemerintah pusat mengenai pengembalian keris Kerajaan Klungkung dari Belanda.
Namun, jika Museum Semarajaya, Klungkung, dipercaya menjadi tempat penyimpanan keris tersebut, pihaknya sangat siap, baik dari tempat penyimpanan maupun keamanan. “Museum kami dilengkapi dengan CCTV. Dan ada petugas yang berjaga, sehingga keamanannya terjaga 24 jam. kecil peluang untuk kasus pencurian,” tandasnya. [dewa ayu pitri arisanti/editor: maulana sandijaya]
Editor : Hari Puspita