Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Nasib Pencipta Lagu Bali, Antara Harapan dan Kenyataan(3): Idealnya Bangun Lembaga Manajemen Bersama

Ni Kadek Novi Febriani • Senin, 21 Agustus 2023 | 02:05 WIB
GEDE BAGUS : Musisi penggagas Anugerah Musik Bali.(istimewa)
GEDE BAGUS : Musisi penggagas Anugerah Musik Bali.(istimewa)

Untuk mengantisipasi segala kemungkinan buruk hak cipta,  sebaiknya dibangun LMK di Bali khusus untuk musisi Bali. Karena Lembaga ini  yang bisa membantu menyalurkan hak ekonomi kepada para pencipta lagu.

KARYA-KARYA  yang akrab di telinga itu bisa terlantun di mana saja. Sering kali terjadi  lagu mereka diputar di mana-mana seperti hotel, restoran bahkan tempat karaoke tapi nasib pencipta secara ekonomi memprihatinkan.

“Karaoke lebih dulu ada kan dibandingkan platform digital, misal datang sama teman-teman ke Karaoke Inul  ada lagunya mereka  dan mereka tidak tahu. Apa rage sing maan  (apa kita tidak dapat),” celetuknya.

 Rahman meminta pemerintah untuk bisa dibangun LMK di Bali yang bisa memberikan penghidupan untuk para pencipta. Hal ini juga menjadi penyemangat dalam berkarya karena pencipta bisa mendapatkan tambahan pendapatan meski tidak menelurkan karya baru.

Namun karena karyanya sebelumnya  sudah didaftarkan ke lembaga LMK atau publisher jadi mendapat penghasilan.

“Dengan adanya sistem publisher dan LMK bisa dibentuk di Bali otomatis ada tambahan walau tidak banyak rutin ini reguler bisa misalkan setiap  enam bulan ini sekian ada pemasukan diam-diam tanpa berkarya baru lagi. Itu bagusnya kalau sudah ada yang memikirkan sehingga kesejahteraan penyanyi bisa terwujudkan. Kadang-kadang penyanyi lebih banyak popular dan pencipta dapat manfaatnya,” terang.[ni Kadek novi febriani/editor: made dwija putra]

Editor : Hari Puspita
#royalti #hak cipta #industri musik #pop bali