Warung Madura dengan ciri khas Pertamini di depan warung sangat mudah ditemukan di Klungkung sejak setahun terakhir ini. Terutamanya di Kota Semarapura. Memiliki keunggulan buka 24 jam dengan harga yang diklaim lebih murah, warung Madura di Klungkung tidak canggung berdiri di dekat toko modern.
INI seperti dilakoni Umah Muda. Bersama suaminya membuat usaha warung Madura tidak jauh dari Clandys Klungkung, tepatnya di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klungkung, sejak tiga bulan terakhir.
Meski tidak sebesar dan selengkap jualan toko modern yang di depannya, dia mengaku ada saja warga yang berbelanja di warungnya itu. “Yang laris di sini itu rokok, minuman, sama bensin,” beber Umah.
Dari komentar para pembeli, dikatakannya warga berbelanja di tempatnya karena harga yang lebih murah ketimbang di mini mart. Selain itu, warungnya juga buka 24 jam. Sementara rata-rata toko modern di Klungkung buka tidak lebih dari pukul 23.00.
“Banyak yang bilang, kalau di mini mart tidak jual jajanan harga seribuan. Kalau di sini ada,” kata perempuan 36 tahun itu.
Meski kerap dilanda kelelahan, bahkan sakit lantaran kurang tidur, dia dan suami berupaya untuk terus bisa buka 24 jam. Sebab penghasilan satu-satunya pasangan suami istri itu hanya dari warung tersebut. Apalagi warungnya kian ramai saat malam hari sehingga berat baginya untuk mengabaikan peluang pendapatan tersebut.
Terutama bensin yang kian laris saat malam hari lantaran SPBU sekitar tutup pukul 21.00 “Warung ini modal sendiri, bukan bentukan koperasi seperti yang dibilang orang-orang. Kalau seperti saya yang punya modal terbatas, hanya punya satu warung saja. Saya giliran jaga sama suami. Biasanya saya jualan dari pagi, suami yang dari malam. Kalau saya dan suami sakit, baru tutup,” tuturnya. [dewa ayu pitri arisanti/editor sandijaya maulana]
Editor : Hari Puspita